SerambiIndonesia/

Droe Keu Droe

Pemadaman Bergilir atau Semaunya?

BELAKANGAN ini kita dihadiahi kado istimewa dari PLN berupa pemadaman listrik berjamah dengan alasan yang semua orang mungkin sudah bosan

Pemadaman Bergilir atau Semaunya?
SERAMBINEWS.COM/SIMEULUE
Sebanyak enam unit mesin listrik berkapasitas enam mega watt (MW) didatangkan ke oleh PT PLN (Persero) ke Kabupaten Simeulue. 

BELAKANGAN ini kita dihadiahi kado istimewa dari PLN berupa pemadaman listrik berjamah dengan alasan yang semua orang mungkin sudah bosan mendengarnya, yaitu untuk pemiliharaan mesin ataupun kerusakan jaringan.

Terlepas dari alasan-alasan manis yang selalu diutarakan oleh pihak PLN yang masih dipertanyakan kebenarannya, di sini saya cuma ingin sedikit menanyakan; apakah pemadaman listrik bergilir di daerah kami, di Aceh Timur, sama dengan di daerah-daerah lain?

Kami rasakan bukanlah seperti pemadaman bergilir, melainkan sudah seperti pemadaman rutin, karena terjadi setiap harinya. Bahkan, lebih dari satu kali dengan durasi setiap pemadaman lebih-kurang empat jam. Jika memang demikian, lalu mengapa pemadaman itu dilakukan di malam hari di saat orang-orang masih melakukan kegiatan baik bersama keluarga ataupun lainnya, misalnya di saat jam makan malam ataupun anak-anak mengaji maupun belajar.

Bahkan, yang seringnya pemadaman itu dimulai saat orang-orang dayah yang setiap malam diisi dengan pengajian harus meliburkan kegiatan belajar mereka karena listrik mati. Kalau memang PLN harus memadamkan listrik di waktu malam, mengapa bukan di saat orang-orang sudah tidur saja, sehingga tidak banyak kegiatan orang yang terganggu.

Kalau biasanya PLN bisa dengan seenaknya memutus aliran listrik bagi pelanggan yang menunggak, seharusnya di saat ada pemadaman begini, pihak PLN dapat memberikan kompensasi bagi pelanggan yang terus-menerus dirugikan dengan sebab pemadaman listrik. Bukan hanya dengan meminta maaf dengan berbagai alasan manis selalu dikumandangkan oleh pihak PLN. Terima kasih.

Khaidir, S.Pd.I
Warga Desa Beurandang,
Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help