PPS Lampulo Intensifkan Pemeriksaan Formalin

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh bersama Pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo

PPS Lampulo Intensifkan Pemeriksaan Formalin
Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin didampingi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Wisata Bahari, Endroyono Soesilo, memberikan penjelasan tentang penataan pelabuhan perikanan yang baik kepada Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir Diuddin dan Kepala Bainprom Aceh, Ir Iskandar MSc di Pelabuhan Perikanan Lampulo Baru, Sabtu (3/10) 

BANDA ACEH - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh bersama Pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, terus meningkatkan pemeriksaan penggunaan formalin, rodhamin, dan borak (pegawet ikan berbahaya) pada ikan, udang, dan biota lainnya yang dijual pedagang di PPS tersebut.

“Kalau sebelumnya pemeriksaannya sebulan sekali, tapi mulai bulan ini, seminggu dua kali tiap Selasa dan Kamis pukul 07.30 sampai 10.00 WIB,” kata Kepala DKP Aceh, Ir T Diauddin kepada Serambi, kemarin.

Dikatakan, pihaknya bersama Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Laboratorium Pembina dan Penguji Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Lampulo juga mengadakan bimbingan tehnis pemakaian bahan berbahaya pada hasil laut untuk pelaku usaha perikanan dan analis.

Kepala UPTD LPPMHP Lampulo, Saifullah menambahkan, selain cara mengetes ikan yang mengandung formalin, rodhamin dan borak, pedagang peserta pelatihan itu juga diberikan penyuluhan hukum terkait isi beberapa undang-undang seperti UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 31 Tahun 2004 yang telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Menurut Saifullah, pihaknya perlu melaksanakan pelatihan pengawasan dan cara pengetesan bahan berbahaya itu agar saat penindakan nanti, tak ada alasan lagi bagi pedagang untuk menyatakan tidak mengetahuinya. “Kalau menjual botani yang sudah tercampur bahan berbaya itu, pedagang

bisa dikenakan sanksi berupa kurungan 5 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Dengan mengintensifkan pemeriksaan ikan dari bahan berbahaya, Saifullah berharap PPS Lampulo menjadi nol formalin, rodhamin, dan borak. Sehingga masyarakat yang membeli ikan ke PPS Lampulo tak ragu bahwa ikan tersebut bebas formalin dan bahan berbahaya lainnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help