SerambiIndonesia/

Warga Kalimantan Tewas Tertimpa Batu

Seorang warga asal Kalimantan dilaporkan tertimbun batu besar ketika sedang menambang emas di kawasan pedalaman

Warga Kalimantan Tewas Tertimpa Batu
SERAMBI/M ANSHAR
Petambang membawa batu mengandung bijih emas dari Gunong Ujeuen, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya., Minggu (15/11/2008)SERAMBI/M ANSHAR 

* Di Tambang Ilegal Sungaimas

MEULABOH - Seorang warga asal Kalimantan dilaporkan tertimbun batu besar ketika sedang menambang emas di kawasan pedalaman Desa Lancong, Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat, Senin (17/4). Hingga kemarin, jasad pria yang belum diketahui namanya itu belum dievakuasi dari lokasi tambang emas ilegal itu.

Penelusuran Serambi, kasus warga tertimbun batu besar di lokasi tambang emas itu terkesan tertutup. Warga di wilayah itu memilih berpura-pura tidak tahu adanya peristiwa yang merenggut nyawa itu.

Serambi yang berupaya mencari nama dan usia korban ke sejumlah pihak belum mendapatkan hasil. Namun, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa lokasi tambang emas itu selama ini kerap didatangi warga luar Aceh. Mereka khawatir, jika mencuat ke media, bisa ditertibkan oleh aparat. Itu sebab mereka memilih bungkam. Beberapa bulan silam lima warga negara asing (WNA) Tiongkok juga ditangkap Imigrasi Meulaboh di lokasi itu karena menyalahi visa.

Seorang warga mengatakan, kasus warga Kalimantan tertimbun batu besar tidak dapat dievakuasi secara manual, sehingga butuh alat berat. Menuju lokasi tambang emas ilegal harus menempuh perjalanan kaki hingga 10 kilometer dari pusat kecamatan atau jalan dengan menggunakan perahu yang melintasi aliran Krueng Sungaimas. Selain itu, Kecamatan Sungaimas merupakan daerah perbatasan Aceh Barat dengan Pidie yang punya jarak tempuh dari Meulaboh hingga 60 kilometer.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Syahluna Polem yang ditanyai Serambi kemarin mengaku bahwa pihaknya belum dapat laporan resmi adanya kasus warga luar Aceh tertimbun batu besar. Namun, dirinya sudah diberitahukan oleh stafnya bahwa ada peristiwa tersebut. “Sejauh ini belum dilaporkan secara resmi ke kita,” kata Syahluna.

Kepala Basarnas Pos Meulaboh Dwi Hetno yang ditanyai Serambi secara terpisah mengatakan, dirinya memang mendapat kabar bahwa telah terjadi kasus warga tertimbun batu besar. “Nama dan usia korban belum ada pada kita. Lokasi itu jauh sekali. Kita belum bergerak ke sana,” katanya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help