SerambiIndonesia/

Citizen Reporter

Asyiknya ‘Tour of Japan’

JAKARTA-Tokyo, ibu kota Jepang, dapat ditempuh dalam tujuh jam perjalanan naik pesawat udara. Penerbangan yang tak terlalu melelahkan

Asyiknya ‘Tour of Japan’
Ketua DPC Iwapi Kota Banda Aceh, melaporkan dari Tokyo, Jepang

Waktu tempuhnya 2,5 jam. Akhirnya, kami sampai ke Mount Fuji, dapat melihat dengan jelas Gunung Fuji yang puncaknya dibalut salju abadi. Namun, sakura di sana belum mekar. Baru akan mekar dua pekan lagi.

Selain keindahan Gunung Fuji di Fujima tersebut terdapat outlet yang terkenal dan besar, selalu diserbu banyak wisatawan, bernama Gotemba. Waktu tempuh dari Mount Fuji ke Gotemba hanya 1,5 jam naik bus. Harga tiket per orang ke Gotemba adalah ¥2.000.

Jadwal bus trayek Gotemba juga sangat teratur. Tapi kita tak boleh lalai, sebab akan ditinggal bus, baik saat pergi maupun pulang.

Setelah bermalam di Mount Fuji, esoknya kami lanjutkan ke Kyoto, kota tua di Jepang. Di sini masih banyak ditemukan pria, wanita, dan anak-anak yang memakai pakaian tradisional Jepang, kimono.

Bahkan yang paling menarik kami inap di hotel tradisional. Tidurnya di lantai, hanya beralaskan kasur dan selimut tebal. Tapi di dalam kamar tersebut tak terdapat kamar mandi, melainkan hanya tersedia toilet. Begitu kagetnya sehingga kami bertanya: Di mana kami harus mandi?

Akhirnya, resepsionis memberi tahu bahwa mandinya di basement bersama-sama. Hah? Ternyata perempuan mandi dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, tapi harus naked. Kaget juga mendengarnya. Tapi, ini pengalaman unik. Begitulah tradisi di Jepang tempo doeloe. Walau negara mereka kini maju, tapi tradisi/budaya mereka tidak mereka hilangkan, justru menjadi daya tarik wisata. Keren, top Jepang.

Setelah bermalam di Kyoto kami lanjutkan perjalanan ke Osaka. Ini kota metropolitan ketiga di Jepang. Di Osaka tidak banyak yang menggunakan kimono, karena sudah modern.

Malam di Osaka jalanannya tak terlalu padat, namun pusat perbelanjaan dan pangkalan cafe serta resto-resto ramai oleh pengunjung. Suasana di Osaka nyaman dan tak ada macetnya.

Kota-kota di Jepang sangat bersih dan teratur. Tidak satu pun toilet umumnya yang jorok. Di Jepang, khusus Osaka, toiletnya selalu bersih serta semua toilet tinggal pencet. Nggak pakai muter-muter tombol. Semua memakai teknologi canggih. Kami jadi cemburu melihatnya, karena negara kita masih jauh tertinggal. Pemerintah Jepang punya komitmen. Begitu juga masyarakatnya yang pekerja keras serta sangat serius. Mereka sangat siap. Saya bangga menjadi salah satu keturunan mereka, karena orang Jepang sangat konsisten. Maka negara mereka menjadi maju dan superpower.

Dari Osaka kami lanjut ke Tokyo yang waktu tempunya hanya 45 menit dengan kereta. Tokyo adalah kota metropolis pertama di Jepang. Semuanya serbamodern, mobil-mobil mewah bertebaran di jalan, dan cara berpakaian pun sudah modern. Semua infrastruktur tertata rapi, mulai dari tempat parkir, jalan tol, rel kereta, taman bermain, perkantoran, perumahan, air, listrik, sekolah, mal, hingga kafe. Pendeknya, tour of Japan kami selama seminggu, asyik banget.

Jarang ada penganggur di sini. Semua masyarakat Jepang sangat patuh pada rule yang digariskan pemerintah, karena pemerintah pun hadir memberikan fasilitas yang lengkap untuk dimanfaatkan warganya.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help