SerambiIndonesia/

Gubernur Diminta Tanam Kembali Pohon Kohler di Masjid Raya Baiturrahman

"Kita minta Doto Zaini tanam kembali pohon Kohler dan memasang kembali prasasti tewasnya kohler di masjid raya sebelum masa jabatannya berakhir,"

Gubernur Diminta Tanam Kembali Pohon Kohler di Masjid Raya Baiturrahman
SERAMBINEWS.COM/MNasir
Pohon Kohler di depan Mesjid Raya Baiturrahman yang ditebang karena perluasan Mesjid. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh saat ini sedang dalam proses pengerjaan proyek perluasan dengan mempercantik taman masjid dan menambahkan 12 unit payung elektrik ala Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Pembangunan proyek yang dimulai 2015 ini hampir rampung dikerjakan. Ke 12 unit payung elektrik juga sudah terpasang.

Hamparan lantai keramik disekeliling masjid tampak berseri. Taman nan cantik juga sudah tertata rapi dengan kolam di tengahnya. Di bawah taman juga terdapat basement.

Sebelumnya, taman masjid raya hanya dibalut oleh rumput hijau yang selalu terawat dan beberapa pohon kurma dipinggir kolam.

Disisi pintu kanan masjid terdapat sebatang pohon bersejarah yaitu pohon Geulumpang atau lebih dikenal pohon Kohler dengan sebuah prasasti di bawahnya yang sering dikunjungi tamu.

Pohon dianggap bersejarah karena di sana tempat pimpinan pasukan Belanda, Major Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, bersembunyi di halaman Masjid Raya Baiturrahman, dan kemudian tewas ditembak pada 14 April 1873 oleh pejuang Aceh.

Namun, ketika proyek perluasan masjid raya dikerjakan, pohon Geulumpang ini menjadi salah satu yang dikorbankan, meskipun saat ditebang bukan lagi pohon yang asli. Beragam reaksi kemudian muncul dari pelaku sejarah.

Kini, Ketua Peusaba Aceh, Mawardi A Usmani meminta kembali kepada Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, untuk menanam lagi pohon Geulumpang dan membangun lagi prasasti tewasnya Kohler di bawah pohon itu.

"Kita minta Doto Zaini tanam kembali pohon Kohler dan memasang kembali prasasti tewasnya kohler di masjid raya sebelum masa jabatannya berakhir," katanya kepada Serambinews.com, Jumat (21/4/2017).

Ia menyatakan, penanaman kembali pohon Kohler penting dilakukan sebab ini bagian yang tak terpisahkan dari sejarah dunia.

"Dan itu akan menimbulkan kesan baik bagi Abu Doto sebelum berakhirnya masa jabatan," ujar dia.

Hal ini disampaikan Mawardi, karena banyak menerima keluhan dari tamu atau wisatawan karena tidak bisa lagi melihat pohon Kohler dan prasasti tewasnya Kohler.

Ia berharap, permintaannya ini dapat dipenuhi oleh gubernur sebab ini juga permintaan dari rakyat Aceh. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help