Oknum Satlantas Abdya Dipolisikan

Kuasa Hukum Murhazli (38) melaporkan oknum Satlantas Polres Abdya Brigadir RZ ke Polda Aceh dan Mabes Polri, Kamis (20/4)

Oknum Satlantas Abdya Dipolisikan
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Wakapolres Abdya, Kompol Edy Bagus Sumantri SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP Misyanto M SE,Kabag Ops, Kasat Propam Abdya, Ipda Irfan bersama rombongan menjenguk Murhazli (38), sopir labi-labi korban pemukulan yang dilakukan Brigadir RZ oknum Polantas Abdya, Selasa (18/4/2017) siang di IGD RSUTP. 

* Terkait Kasus Pemukulan Warga

BANDA ACEH - Kuasa Hukum Murhazli (38) melaporkan oknum Satlantas Polres Abdya Brigadir RZ ke Polda Aceh dan Mabes Polri, Kamis (20/4). Laporan ini terkait pemukulan yang dilakukan RZ terhadap Murhazli, warga Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Selasa (18/4) di salah satu warkop di kawasan Blangpdie hingga muntah darah.

Miswar SH dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya yang ditunjuk sebagai kuasa hukum korban kepada Serambi kemarin mengatakan, surat laporan bernomor 110/YARA-Abdya/IV/2017 itu diantar langsung ke Polda Aceh. Sementara surat untuk Kepala Divisi Propam Mabes Polri RI dikirim melalui jasa pengiriman barang. Surat pengaduan itu juga ditembuskan ke Kapolres Abdya.

Miswar menyebutkan bahwa pemukulan yang dilakukan RZ telah terpenuhi unsur tindak pelanggaran yang disengaja dan bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAM. Perbuatan Rz, katanya, juga melanggar KUHP Bab XX Pasal 351 ayat 1,2,3 dan 4. “Kekerasan fisik terhadap korban dilakukan oleh RZ merupakan perbuatan melawan hukum, yang dikategorikan pelanggaran yang terencana dan berat. Salah satu unsur dan tindakan yang menyebabkan korban mengalami kekerasan fisik yang kritis dan harus dirawat,” sebutnya.

Miswar menyebutkan perbuatan yang dilakukan RZ merupakan tindakan perbuatan melawan hukum yang disengaja dan hal ini mengacu pada kronologis kejadian perkara. Menurutnya proses pemukulan terhadap korban sudah direncanakan yaitu untuk membantu seseorang, dengan sengaja ingin melukai, dan disertai dengan memasukan korban ke dalam salah satu mobil pick up milik Satlantas Polres Abdya.

“Bagi kami tindakan kekerasan fisik disertai pemukulan di depan publik yang dipertontonkan secara langsung oleh RZ, adalah sebuah tindakan yang sangat tidak terpuji, dan sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip profesionalitas kerja kepolisian,” ujarnya. Informasi yang diperoleh Serambi penyidik Polres Abdya juga telah meriksa Harmansyah, pelapor dalam kasus tersebut.

Seperti diberitakan oknum Satlantas Polres Abdya, Brigadir RZ memukul sopir labi-labi, Murhazli (38) Selasa (18/4) pagi di warkop kawasan Blangpdie hingga muntah darah dan dirawat di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan. Menurut korban, kejadian itu buntut dari perkelahian dirinya dengan abang RZ, pada Senin (17/4) siang.(mas/c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help