Polisi Tangkap Enam Pelajar Terlibat Prostitusi di Aceh Tamiang

Saat it warga mendapati Af dan Bunga sedang asyik mesum dalam salah satu kamar, kemudian muda-mudi yang dimabuk cinta ini diserahkan kepada Satpol PP

Polisi Tangkap Enam Pelajar Terlibat Prostitusi di Aceh Tamiang
Shutterstock
ILUSTRASI 

Laporan Muhammad Nasir I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aparat Reskrim Polres Aceh Tamiang membongkar jaringan prostitusi pelajar di Aceh Tamiang, mereka rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Enam perempuan dan satu pria berinisial Af (22) warga Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang yang diduga sebagai pemakai jasa layanan birahi itu, saat ini diamankan di Mapolres Aceh Tamiang bersama dengan barang bukti enam unit telepon seluler dan uang Rp 350 ribu.

Keenam pelajar tersebut,  Bunga (14) berperan sebagai pekerja seks, Mawar (16) berperan pengenal jasa seks kepada tersangka, Kamboja (14) berperan sebagai pemberi nomor handphone, Tulip (16) berperan sebagai penjual, Asoka (17) berperan mengenalkan dan Anggrek (16) berperan sebagai pengantar, semuanya warga Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang kepada Serambinews.com, Jumat (21/40) dalam konferensi pers di Mapolres Aceh mengatakan, terungkapnya jaringan prostitusi di kalangan pelajar ini bermula saat warga menggrebak salah satu rumah di BTN Desa Kebun Tanah Terban, Karang Baru.

Saat it warga mendapati Af dan Bunga sedang asyik mesum dalam salah satu kamar, kemudian muda-mudi yang dimabuk cinta ini diserahkan kepada Satpol PP/WH Aceh Tamiang. Setelah itu keduanya diserahkan ke Mapolres Aceh Tamiang.

Dari kedua tersangka dan pelaku ini, aparat Reskrim Polres Aceh Tamiang melakukan pengembangan dan berhasil mengungkapkan lima pelajar lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi pelajar ini.

Mereka dikenai Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 81 ayat 1 dan 2 UU Ri no 35 tahuan 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Dan pasal 2 UU RI Nomor 21 tahuan 2007 tentang TP pedagangan orang dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun .

“Ancaman hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo SIK menghimbau orang tua pelajar di Aceh Tamiang untuk lebih mengawasi anak–anak mereka, mengetahui teman bermain dan kemana tujuan pergi agar tidak terpengaruh dengan perbuatan yang selayakanya belum mereka lakukan.

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: ariframdan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help