SerambiIndonesia/

Sampah Kayu Hutan Menumpuk di Tiang Jembatan Rantau

Jika tidak cepat ditangani dikhawatirkan tekanan arus Sungai Tamiang membuat tiang jembatan tersebut miring.

Sampah Kayu Hutan Menumpuk di Tiang Jembatan Rantau
SERAMBINEWS.COM/M NASIR
Personil Tim SAR Aceh Tamiang dikerahkan untuk mengatasi tumpukan sampah kayu yang sampai saat ini belum teratasi. 

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS. COM, KUALASIMPANG - Dua hari terakhir ratusan ton sampah kayu yang berasal dari hulu Kabuapten Aceh Tamiang dibawa arus Sungai Tamiang, menumpuk dan menghantam tiang jembatan kuning Rantau, Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (21/4/2017).

Jika tidak cepat ditangani dikhawatirkan tekanan arus Sungai Tamiang membuat tiang jembatan tersebut miring.

Saat ini personel tim SAR Aceh Tamiang sudah dikerahkan untuk mengatasi tumpukan sampah kayu tersebut, namun karena hanya mengandalkan dua unit sinsaw, membersihan tumpukan sampah kayu sampai saat ini belum teratasi.

Sementara Pemkab Tamiang sendiri belum mengerahkan alat berat membantu pembersihan sampah kayu tersebut.

Ketua SAR Aceh Tamiang, Syaipul Syahputra alias Sikeng kepada Serambinews.com, Jumat (21/4/2017) mengatakan, banyaknya tumpukan sampah yang sangkut dan menghantam tiang jembatan rantau karena tingginya curah hujan di gunung hulu Aceh Tamiang dan Gayo Lues.

Sehingga mengakibatkan longsor dan sampah kayu gunung terbawa dalam arus Sungai Tamiang kemudian terseret arus hingga ke kota Kualasimpang.

Ia mengatakan, sampah tersangkut di tiang jembatan Kuning Rantau, hanya dalam hitungan jam bisa menumpuk. Jika dibiarkan dikhawatirkan tekanan sampah kayu tersebut akan membuat tiang jembatan miring.

Namun pembersihan sampah kayu hanya mengandalkan dua unit mesin pemotong kayu sehingga pengerjaanya lambat. Untuk mempercepat proses pembersihan ini, tambah Syaipul, dibutuhkan dukungan alat berat agar cepat selesai pembersihannya.

Di lapangan, untuk menggeser sampah kayu, anggota tim SAR duduk diatas batang kayu hanyut. Kondisi ini sangat rawan anggota yang sedang bekerja tercebur dalam sungai. (*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help