SerambiIndonesia/

Tafakur

Memikirkan Harta

Banyak perbedaan dalam hidup ini, seperti perbedaan jumlah harta yang dititipkan Allah. Sebahagian insan kaya raya

Memikirkan Harta

Oleh: Jarjani Usman

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak
akan memudahkan baginya jalan yang mudah (kebahagiaan). Dan adapun
orang orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan
pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan memudahkan baginya (jalan)
yang sukar (kesengsaraan) (QS. Al Lail: 5 10).

Banyak perbedaan dalam hidup ini, seperti perbedaan jumlah harta yang
dititipkan Allah. Sebahagian insan kaya raya, sebahagian yang lain
miskin. Akibat perbedaan itu, banyak yang menganggap diri memiliki
kehebatan yang lebih ketimbang yang lain. Sifat tinggi hati ini bisa
meningkat dari waktu ke waktu. Bila direnungi, itulah di antara
kekurangan diri kebanyakan kita.

Disebut kekurangan karena hal itu menandakan adanya kegagalan diri
dalam memandang harta yang sebenarnya hanya titipan sementara. Memang
sebahagian orang dititipkan harta lebih, tentunya agar mereka bisa
membantu saudara saudaranya yang lain. Agar bisa melakukan perbuatan
luhur itu memang membutuhkan kebaikan hati. Sebagaimana dikatakan
Rasul SAW, bila hati seseorang baik, maka baiklah seluruh tubuhnya.

Bila hati baik, kita akan terdorong untuk bertafakkur tentang
keberadaan diri dan harta di dunia ini. Misalnya, sejauhmanakah harta
telah digunakan untuk beramal dalam mencari ridha Allah? Sudah
bersihkah harta dan cara meraihnya? Adakah hak hak orang lain yang
belum tersampaikan selama ini?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help