SerambiIndonesia/

Puisi

Perjalanan Jauh

Aku sedang berkemas menyiapkan segala keperluan perjalanan yang akan kutempuh begitu jauh tak ada hitungan mil ke berapa sampai

Aku sedang berkemas
menyiapkan segala keperluan
perjalanan yang akan
kutempuh begitu jauh
tak ada hitungan mil ke
berapa sampai
di luar, angin ribut. Pohonpohon
tumbang
deras hujan menambah beban
daun-daun
seperti beban letih ibu
mengandung
lewat kaca jendela
kulihat awan hitam seperti
belerang
yang bergerak turun dari
kawah pecah
bergulung-gulung mengejar
entah
betapa mencekam sendirian
di luar sana
di antara kilat dan petir
dan dinding tebing
berguguran tanpa penyangga
perjalanan akan kutempuh
dalam badai
seperti mereka yang lebih
dahulu sampai
dalam diriku terkurung jiwa bayi;
hingga kini masih semedi
di kamar, berundak-undak
kegundahan
bergentayangan di menitmenit
hitam
seperti mendayung di lautan
pasir
dan dijaga beribu sipir
bukan, bukan durasi cinderala
yang begitu tergesa
tetapi lonceng akan
berdentang berkala
dan penjara hanya
menghukum usia
aku sedang berkemas
sambil menunggu hujan reda
kurapikan selimut di tubuhnya
bayi yang tak akan kuajak serta
Banda Aceh, 10 April 2017

* D Kemalawati, kurator buku
puisi Pasie Karam. Tinggal di
Banda Aceh.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help