SerambiIndonesia/

Puisi

Suatu Senja di Bukit Lamreh

Setelah tujuh puluh empat anak tangga aku merasa cukup tinggi dalam kesunyian angin di atas mekar teratai batu aku mendengar serapah seperti kutuk

Sajak-sajak

D Kemalawati

Setelah tujuh puluh empat
anak tangga
aku merasa cukup tinggi
dalam kesunyian angin
di atas mekar teratai batu
aku mendengar serapah
seperti kutuk yang mabuk
dari pasukan yang berlayar
pulang
membawa-bawa kekalahan
sebuah kutuk yang hiruk
setelah geliat tak mampu
ditekuk
setelah rencong di tangan
laksamana
bermakam di rusuk
Cornelis De Hotman
kehilangan amuk
Laksamana Keumalahayati
aroma seulanga menjelma
dari cemara Inong Bale
menggairahkan tarian syahid
lampu-lampu tikai terus
menyala
para syuhada menepuk dada
samudera raya menyumbang
doa
setelah tujuh puluh empat
anak tangga
dalam kesunyian angin
di atas mekar teratai batu
kulihat senja memerah
cahayanya melengkung di
gerbang laut raya
di bawahnya Sir James
Lancaster melepas jangkar
langit tenang, setenang
Malahayati
meninggalkan pelabuhan
mahad baitul makdis
adakah semegah bayanganmu
dalam kerudung waktu
yang tak menentu
aku semakin sunyi bersama
gigil
bersama diri yang kerdil

Banda Aceh, Februari 2017

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help