SerambiIndonesia/

4 Jenis Wanita yang Tidak Masuk Kriteria Istri Idaman

Sayangnya, pria lebih mudah dibutakan oleh kecantikan sehingga tidak menyadari bahwa perempuan di hadapannya termasuk kategori “sulit”,

4 Jenis Wanita yang Tidak Masuk Kriteria Istri Idaman

SERAMBINEWS.COM - Kita para pria mungkin pernah jatuh cinta pada wanita karena sifat-sifatnya yang unik. Namun nyatanya tidak semua yang unik itu menyenangkan. Ada juga yang mungkin memberi dampak kurang baik.

Sayangnya, pria lebih mudah dibutakan oleh kecantikan sehingga tidak menyadari bahwa perempuan di hadapannya termasuk kategori “sulit”, bukan sulit ditaklukkan tetapi sulit dipahami dengan cara kita berpikir.

Padahal bila tujuan hubungan adalah pernikahan yang bahagia, baik pria maupun wanita harus memilih yang paling cocok untuk mereka, bukan dari sisi fisik, namun lebih dari sifat-sifatnya. Kebanyakan pria, se-macho apapun, berharap menemukan pasangan yang bisa mendukungnya, dan bisa diandalkan dalam situasi baik atau buruk.

Nah, bila Anda bukan termasuk Superman yang memiliki hati seluas samudera, maka ada beberapa jenis perempuan yang sebaiknya tidak Anda pertimbangkan untuk menjadi istri Anda. Berikut adalah sifat-sifat kurang baik menurut psikolog Marni Feuerman, penulis sekaligus terapis masalah perkawinan.

Si Pengeluh

Banyak pria merasa berarti ketika mendengarkan perempuan-perempuan yang curhat soal masalahnya. Karena si perempuan butuh orang yang mau mengerti dan si pria suka dengan perasaan menjadi pahlawan, tak jarang keduanya lalu jatuh cinta. Tentu tidak ada yang salah dengan hal itu.

Tapi Anda harus mulai waspada bila dia terlalu sering curhat untuk masalah yang berbeda-beda. Anda harus bertanya-tanya mengapa ia selalu memiliki masalah? Mengapa hal-hal buruk terjadi padanya? Jangan-jangan ia memang memiliki sifat yang membuatnya sering bermasalah dengan orang lain, atau dia menganggap segala sesuatu sebagai masalah.

Bila Anda menjadikan dia sebagai pasangan hidup Anda, maka bersiap-siaplah mendengar keluhan sepanjang waktu. Hari-hari Anda mungkin menjadi kurang ceria karena segala sesuatunya dianggap tak sempurna. Bagaimana bila suatu saat Anda butuh seseorang untuk menguatkan Anda di saat sulit? Jangan-jangan Anda tidak punya kesempatan untuk mengeluh karena semua sudah diborong pasangan Anda.

Si Psiko

Saya tidak tega untuk menyebutnya sebagai sakit jiwa. Tapi itulah kenyataan untuk menyebut mereka yang terganggu kepribadiannya. Gangguan ini bisa muncul dalam perilaku yang menurut kita “ajaib”.  Misalnya dengan cepat berubah mood-nya, dari senang menjadi sebal tanpa alasan jelas, atau marah-marah untuk hal sepele.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help