SerambiIndonesia/

Tafakur

Mulianya Bekerja

Mungkin kita lelah bekerja sebagai buruh setiap hari. Itu-itu terus yang dilakukan sehingga merasa bosan

Mulianya Bekerja

Oleh Jarjani Usman

“Tidak ada makanan yang dimakan oleh seseorang, yang lebih baik dari makanan yang merupakan usaha tangannya sendiri” (HR. Imam Bukhari).

Mungkin kita lelah bekerja sebagai buruh setiap hari. Itu-itu terus yang dilakukan sehingga merasa bosan. Apalagi uang yang dihasilkan tak banyak. Tak jarang juga muncul rasa iri terhadap orang lain yang memperoleh hasil lebih banyak. Tapi semua perasaan itu akan hilang bila bekerja diniatkan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah dan mengharapkan kehidupan yang lebih baik di akhirat.

Allah tak akan menyia-nyiakan kerja baik hamba-hambaNya, termasuk yang dilakukan untuk menafkahi diri dan keluarganya. Disebutkan dalam suatu hadits: “Satu dinar yang kamu belanjakan di jalan Allah, lalu satu dinar yang kamu keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang kamu berikan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar” (HR. Muslim).

Bahkan hasil kerja yang dimakan sendiri dan keluarga bisa menjadi sedekah. Dalam hadits disebutkan: “Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang kamu beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang kamu beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang kamu beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad).

Bukan hanya itu, bekerja juga bisa menghapus dosa. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits: “Barangsiapa pada malam hari merasa lelah dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah” (HR. Ahmad). Tentunya bila dilakukan dengan ara yang halal dan diniatkan untuk mencari ridha Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help