SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Menyoal Pelayanan Kesehatan Islami

ISU pelayanan kesehatan yang islami sampai saat ini terus saja bergulir. Hal ini disebabkan ratusan rumah sakit (RS)

Menyoal Pelayanan Kesehatan Islami

Oleh Irwan Saputra dan Nasrulzaman

ISU pelayanan kesehatan yang islami sampai saat ini terus saja bergulir. Hal ini disebabkan ratusan rumah sakit (RS) telah didirikan oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam, namun sampai saat ini belum ada formulasi yang paripurna tentang pelayanan kesehatan Islami di RS-RS tersebut.

Penerapan model pelayanan kesehatan islami di RS di Aceh seharusnya menjadi prioritas. Hal ini didasarkan pada konsensus penerapan syariat Islam berdasarkan UU No.44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh, UU No.18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam, dan UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang secara tegas memuat pelaksanaan syariat Islam di Aceh secara lebih luas.

Pengertian sederhana tentang pelayanan kesehatan yang islami adalah segala bentuk kegiatan asuhan medik dan asuhan keperawatan yang dibingkai dengan kaidah-kaidah Islam melalui pengajaran praktik hubungan sosial dan kepedulian terhadap sesama dalam suatu ajaran khusus, yakni akhlak dan dipraktikkan dengan unsur akidah dan syariah. Asuhan medik dan keperawatan merupakan bagian dari akhlak, maka seorang muslim yang menjalankan fungsi khalifah harus mampu berjalan seiring dengan fungsi manusia sebagai hamba Allah Swt, sehingga memberikan pelayanan kesehatan adalah bagian dari ibadah.

Profesi dokter dan keperawatan bagi umat Islam diyakini suatu profesi yang bernilai ibadah, mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan (humanistik), mendahulukan kepentingan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di atas kepentingan sendiri dengan menggunakan pendekatan holistic dalam bentuk pelayanan bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat. Sudahkah pelayanan yang Islami didapatkan oleh pasien ketika di rumah sakit di Aceh?

Pendekatan silaturrahmi
Permasalahan klien (pasien) dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman, ilmu dan amal. Untuk dapat memberikan asuhan medik dan asuhan keperawatan kepada pasien, dokter dan perawat dituntut memiliki keterampilan intelektual, interpersonal, teknikal, serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar yang berpedoman pada kaidah-kaidah Islam, medik dan keperawatan yang mencakup:

Pertama, menerapkan konsep, teori dan prinsip dalam keilmuan terkait asuhan medik dan asuhan keperawatan dengan mengutamakan pedoman pada Alquran dan hadis; Kedua, melaksanakan asuhan medik dan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan islami melalui kegiatan kegiatan pengkajian yang berdasarkan bukti (evidence-based healthcare); Ketiga, mempertanggungjawabkan atas segala tindakan dan perbuatan yang berdasarkan bukti (evidence-based healthcare);

Keempat, berlaku jujur, ikhlas dalam memberikan pertolongan kepada pasien baik secara individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat dan semata-mata mengharapkan ridha Allah Swt, dan; Kelima, bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan yang berorientasi pada asuhan medik dan asuhan keperawatan yang berdasarkan bukti (evidence-based healthcare).

Praktik dengan lima pendekatan tersebut merupakan integrasi kemampuan klinis individual dengan bukti klinis eksternal yang terbaik dan yang tersedia dari penelitian klinis yang sistematis (akurasi dan presisi tes diagnostik, kekuatan tanda-tanda prognosis, kemangkusan serta keamanan terapi, rehabilitasi dan tindakan prevensi).

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang islami di RS, para dokter dan perawat muslim haruslah mencerminkan pada pengetahuan, sikap dan keterampilan profesional. Islam telah menetapkan beberapa sifat-sifat terpuji bagi manusia. Sifat-sifat itu harus dimiliki oleh dokter dan perawat Muslim. Secara khusus, dokter dan perawat yang melaksanakan pelayanan kesehatan harus mempunyai sifat-sifat sbb: (1) tulus ikhlas karena Allah (QS. Al-Bayyinah: 5); (2) penyantun (QS. Al-A’raf: 56, QS. Al-Baqarah: 263); (3) ramah (QS. Ali Imran: 159);

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help