SerambiIndonesia/

Penikam Armen Desky Ditangkap di Nagan Raya

Aparat kepolisian gabungan dari Subdit III Polda Aceh bersama personel Polres Aceh Tenggara dan Polres Nagan Raya

Penikam Armen Desky Ditangkap di Nagan Raya
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Edi Bastari memperhatikan dua tersangka (pakai sebo) penikam mantan Bupati Agara, Armen Desky yang di DPO diringkus di Alur Rambot, Nagan Raya Rabu (3/5) tiba di Mapolres Agara, Kamis (4/5).SERAMBI /ASNAWI 

SUKA MAKMUE - Aparat kepolisian gabungan dari Subdit III Polda Aceh bersama personel Polres Aceh Tenggara dan Polres Nagan Raya, Rabu (3/5) sekira pukul 16.00 WIB berhasil menangkap dua tersangka yang diduga penikam Armen Desky, mantan bupati Aceh Tenggara (Agara) beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari kepolisian di Nagan Raya, Kamis kemarin, dua tersangka yang ditangkap itu masing-masing Kamaluddin (57) dan anaknya, Sannit (27), keduanya warga Desa Pejuang, Kecamatan Bukit Tusam, Agara. Mereka ditangkap polisi di kawasan Desa Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari, kepada Serambi mengatakan, kedua tersangka penikam Armen Desky itu berstatus anak dan ayah kandung. Dalam penikaman itu anaknya yang disuruh mengeksekusi, sedangkan ayahnya sebagai penyusun skenario. Perbuatan mereka menyebabkan Armen mengalami luka tusuk tiga kali dan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Menurut Kapolres Agara, selama ini kedua pelaku melarikan diri 33 hari di Tanah Karo, Dairi, dan Nagan Raya, hingga akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Agara bersama Polres Nagan Raya, dibantu Dit Reskrimum Polda Aceh di Nagan.

“Mereka ditangkap di sebuah rumah di Desa Alur Rambot, Kecamatan Darul Makmur. Kita juga mengamankan dari kedua tersangka dua bilah senjata tajam, satu unit sepeda motor bebek, dompet, dua handphone, dan ajimat. Kedua tersangka terancam 7 tahun penjara,” kata Kapolres Agara.

Ditanya soal motif, menurut Kapolres, penikaman itu karena pelaku sakit hati terhadap korban. Namun tidak dirincikan, apa yang membuat kedua pelaku sakit hati pada mantan bupati Agara itu.

Sementara itu, Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi MH melalui Kasatreskrim AKP Iswar mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan hasil pelacakan yang dilakukan polisi di Polres Agara dengan Subdit III Polda Aceh yang di-backup oleh personel Polres Nagan Raya.

“Penangakapan dilakukan di Nagan Raya, setelah polisi berhasil menemukan jejak kedua terangka setelah mereka kabur pascaaksi kejahatan yang mereka lakukan di Aceh Tenggara,” kata Iswar.

Menurutnya, berdasarkan keterangan kedua tersangka, mereka berada di Nagan Raya setelah dua pekan melakukan aksinya lalu bersembunyi di sebuah rumah sanak saudaranya di Nagan demi menghindari kejaran polisi.

Selama berada di Nagan, kedua tersangka bekerja sebagai buruh dodos sawit pada sebuah perusahaan perkebunan yang ada di kawasan Darul Makmur.

Menurut Iswar, penangkapan terhadap kedua tersangka dipimpin Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara Iptu Dimas dan operasi tersebut berjalan lancar.

“Setelah ditangkap, kedua tersangka dibawa ke Polres Nagan Raya dan kemudian diboyong ke Aceh Tenggara melalui jalur darat,” kata Iswar. (edi/as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help