SerambiIndonesia/

Perubahan Hidup yang Perlu Dilakukan di Usia 30 Tahun

Ketahui apa saja perubahan hidup yang perlu dilakukan setelah kita memasuki usia 30 tahun.

Perubahan Hidup yang Perlu Dilakukan di Usia 30 Tahun
Shutterstock
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Usia 20-an biasanya diisi dengan melakukan berbagai hal yang kita suka tanpa mempertimbangkan akibatnya. Misalnya saja menghabiskan gaji untuk belanja hobi, tidur larut malam, atau gonta-ganti pacar.

Usia 30 merupakan waktu yang ideal untuk mulai menata hidup demi mencapai target hidup dan karier impian. Transisi hidup ini akan berdampak jangka panjang, bahkan sampai tua.

Ketahui apa saja perubahan hidup yang perlu dilakukan setelah kita memasuki usia 30 tahun.

1. Berhenti merokok
Bila Anda sudah terlanjur merokok, berhentilah sekarang. Penelitian menunjukkan, berhenti merokok sebelum usia 40 tahun akan menurunkan risiko kematian sampai 90 persen dibanding dengan mereka yang melanjutkan kebiasaan ini.

2. Rutinitas tidur
Godaan untuk begadang lalu tidur seharian di akhir pekan memang sulit ditolak. Tetapi, mulailah menerapkan rutinitas tidur setiap hari. Tidurlah sebelum jam 11 malam selama 7-8 jam agar terbentuk irama sirkadian tubuh.

3. Mulai olahraga
Cobalah melakukan aktivitas fisik sebanyak mungkin, baik itu berjalan kaki, bersepeda, jogging, hiking, atau angkat beban.

Di akhir usia 30-an, kita akan mulai kehilangan massa otot, karena itu cegah dengan rutin berolahraga sejak sekarang. Pilihlah aktivitas fisik yang Anda suka sehingga kita akan disiplin melakukannya.

4. Menabung
Membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak awal merupakan hal yang akan kita nikmati manfaatnya di kemudian hari. Walau Anda merasa sedang ada di puncak karier, tetapi kita tak akan pernah tahu tantangan yang ada di depan.

5. Mulai mengejar mimpi
Jangan menunda mengejar target hidup Anda. Ingin punya rumah? Ingin menulis buku? atau Ingin memiliki bisnis? Pilihlah salah satu impian Anda dan mulailah melangkah untuk mencapainya.

6. Membuat jurnal
Buat catatan hidup Anda, di blog misalnya. Meski Anda tak ingin orang lain membacanya, tetapi menuangkan apa yang kita rasakan dapat membantu mengurangi stres.

7. Belajar bahagia
Ini adalah tentang menghargai dan bersyukur dengan apa yang dimiliki. Ingatlah bahwa yang penting bukanlah benda atau materi, tetapi pengalaman dan hubungan yang bermakna dengan keluarga atau teman.

8. Berhenti memuaskan semua orang
Jangan memaksakan diri untuk memuaskan setiap orang. Lingkaran pertamanan Anda mungkin akan mengecil, tetapi lebih berkualitas. Mungkin Anda bisa memulai dengan mengurangi daftar teman di media sosial atau berteman dengan orang-orang yang membuat kita merasa bahagia dan lebih berkembang.

9. Berhenti membandingkan
Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terlalu sering membandingkan hidup kita dengan orang lain justru akan membuat stres. Lebih baik gunakan waktu untuk memikirkan apa yang harus Anda capai dan mengevaluasi langkah yang telah diambil.

10. Memaafkan diri sendiri
Rasa welas kasih pada diri sendiri (kemampuan untuk memaafkan dan belajar dari kesalahan) adalah kunci untuk hidup bahagia dan sukses. Ini karena orang yang mencintai diri sendiri mampu melihat kelemahannya dan mengubahnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help