SerambiIndonesia/

Petani Blang Nisam Minta Medco Lanjutkan Pembinaan Pengembangan Padi SRI Organik

“Untuk itu, ke depan kami tetap mengembangkan padi SRI organik ini. Dan meminta PT Medco tetap membina petani agar program ini berkelanjutan,”

Petani Blang Nisam Minta Medco Lanjutkan Pembinaan Pengembangan Padi SRI Organik
ist
Panen perdana padi SRI organik di Blang Nisam. 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM,IDI - Ketua Kelompok Tani Mandiri, Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Idris (48) meminta PT Medco E&P Malaka untuk melanjutkan program CSR-nya di bidang pertanian khususnya penanaman padi dengan System Rice of Intensification (SRI) organik yang membuahkan hasil 5-7,2 ton/hektar di lahan ujicoba di areal seluas dua hektar pada penen perdana 20 April 2017.

Menurut Idris yang disampaikan kepada Serambinews.com, Sabtu (6/5/2017), ketika tim CSR PT Medco memperkenalkan program padi SRI organik ini banyak petani yang ragu. Tapi setelah hasil panen perdana capai 7,2 ton/hektar sekarang masyarakat sudah menilainya positif.

“Untuk itu, ke depan kami tetap mengembangkan padi SRI organik ini. Dan meminta PT Medco tetap membina petani agar program ini berkelanjutan,” pinta Idris. 

Petani tertarik mengembangkan padi SRI organik ini, jelas Idris, karena hemat biaya. Sebab untuk satu hektar hanya membutuhkan 5 kg bibit dengan penanaman satu batang satu lubang dengan jarak 30cmx30cm setelah benih berumur 7-10 hari.

Kemudian setelah tanam dilanjutkan dengan perawatan rutin dengan membersihkan rumput setiap 10 hari sekali hingga umur 40 hari.

Setiap selesai dirumputi sesuai jadwal kemudian disemprot dengan pupuk buatan yang disebut Micro Organism Local (MOL) atau pupuk cair yang telah diproses dengan menggunakan bahan tanpa zat kimia seperti dari daun gamal (asam teunget), bonggol pisang, rebung bambu, buah maja, buah-buahan (pisang, kates, dll), dan sabut kelapa.

“Petani menyambut baik program ini karena hemat biaya. Kalau padi konvensional (padi menggunakan pupuk kimia) beli pupuknya kan mahal. Tapi kalau padi SRI organik kita bisa gunakan pupuk pengganti,” jelas Idris. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help