SerambiIndonesia/
Home »

Sport

24 Tim Bersaing Ketat

24 tim Aceh yang terbagi dalam empat grup akan bersaing ketat dalam Liga 3 Indonesia 2017 (Liga Nusantara)

24 Tim Bersaing Ketat

* Liga Nusantara 2017

BANDA ACEH - 24 tim Aceh yang terbagi dalam empat grup akan bersaing ketat dalam Liga 3 Indonesia 2017 (Liga Nusantara) yang dijadwalkan 22 Juli mendatang. Karena tim baru bermunculan dengan semangat tinggi beserta klub lama bangkit kembali guna mengejar tiket lolos ke Liga 2.

Sekum PSSI Aceh, Khaidir TM kepada Serambi kemarin mengatakan, persaingan ketat bakal terjadi di Liga 3 Indonesia 2017 yang melibatkan 24 tim. Karena seiring kompetisi sudah kondusif di Liga 2 dan Liga 1 Indonesia 2017. Klub-klub Liga 3 punya target yang jelas untuk mencapai tujuan dari kompetisi. “Kompetisi Liga 3 musim ini berbeda dari pada Liga Nusantara sebelumnya. Bakal lebih ketat persainganya,” ujarnya.

Dikatakan Khaidir, ketatnya persaingan tak terlepas dari tim yang baru muncul lebih siap dan punya target yang jelas. Misalnya Kuala Nanggroe (KNFC) yang sudah dipersiapkan diri sejak lama dan mengikuti berbagai kompetisi di Banda Aceh dan luar daerah. Tim lama seperti PSAP Sigli, PSLS Lhokseumawe, dan PSGL Gayo Lues juga ingin bangkit. Kemudian PS Karya Dharma juga akan bersaing dengan tim lain. Bahkan, Karya Dharma bakal berubah nama menjadi PS Aceh United. “Perubahan nama Karya Dharma sedang dalam proses. Mereka ingin berubah nama menjadi Aceh United,” ujarnya.

24 tim ini akan terbagi dalam empat grup dan akan bertanding di empat wilayah. Ada empat wilayah pelaksanaan pertandingan supaya menjadi hiburan bagi masyarakat. Mereka bersaing untuk menjadi juara grup dan runne- up yang babak delapan besar dipertandingkan di Banda Aceh. Tim yang sudah mengajukan kesiapan menjadi tuan rumah, yaitu PS Gayo Lues untuk wilayah tengah dan Kuala Nanggroe untuk Banda Aceh. Untuk wilayah timur ada PS Patriot yang memberi sinyal siap jadi tuan rumah. Tapi untuk wilayah barat belum ada tim yang mengajukan diri. “Kita masih menunggu tim mengajukan diri sebagai tuan rumah,” ujarnya.

PSSI Aceh, kata Khaidir, memberi kesempatan kepada Askot/Askab dan klub untuk menjadi tuan rumah. Syarat untuk menjadi tuan rumah, katanya, memiliki stadion berstandar liga, minimal punya pagar pembatas dan bench pemain. Tim tuan rumah harus menanggung biaya keamanan, transportasi, konsumsi, dan penginapan untuk perangkat pertandingan. Nantinya tim verifikasi akan turut ke lapangan untuk melihat kelayakan klub menjadi tuan rumah. “Bila tak ada klub mengajukan diri sebagai tuan rumah di wilayah tertentu, maka pertandingan akan dilaksanakan di Banda Aceh,” ujarnya.

Sekum PSSI Aceh menambahkan bahwa regulasi pemain untuk Liga 3 mirip dengan yang berlaku di Liga 2 dan Liga 1. Karena klub Liga 3 hanya boleh mendaftarkan lima pemain yang berusia maksimal 30 tahun atau kelahiran Januari 1987.

Sedangkan sisanya adalah pemain U-23 atau kelahiran Januari 1994. Pemain yang didaftarkan ini harus dibuktikan dengan KTP, KK, akte, dan bahan pendukung lainnya. “Pemain yang sudah bermain di Liga 1 dan U-19 pada tahun ini tidak dibolehkan tampil di Liga 3,” ujarnya.(adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help