SerambiIndonesia/
Home »

Sport

» Basket

Hasil Pertanian dan Perikanan Dilelang

Panitia Pusat Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan membuka lelang hasil pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan

Hasil Pertanian dan Perikanan Dilelang
Penari menampilkan tarian tarek pukat pada kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani-Nelayan (PENAS-KTNA) XV di pantai wisata Gampong Jawa, Banda Aceh, Senin (8/5). Tradisi tarek pukat darat yang rutin dilakukan oleh nelayan di kawasan ini merupakan salah satu atraksi yang dipertontonkan kepada para tamu Penas KTNA, sehingga menjadi pengetahuan bersama dan diketahui oleh masyarakat nasional maupun internasional. SERAMBI/M ANSHAR 

* Dalam Penas hingga Lusa

BANDA ACEH - Panitia Pusat Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan membuka lelang hasil pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, dan lainnya kepada penampung, baik melalui sistem konvensional maupun online selama Penas Petani-Nelayan XV 2017 di Lhong Raya, Banda Aceh yang sudah mulai sejak Sabtu (6/5) hingga besok lusa, Kamis (11/5).

Panitia Penas dari Kementerian Pertanian (Kementan), Pamela menyampaikan hal ini saat acara temu usaha agribisnis dalam rangka Penas Petani-Nelayan di Gedung LAN Banda Aceh, Senin (8/5). “Temu usaha agribisnis dan pasar lelang ini untuk mempertemukan petani dan pengusaha/pedagang agar bisa bertransaksi terbuka sesuai harga pasar,” kata Pamela.

Misalnya, kata Pamela kelompok tani dari Sulawesi mengungkapkan harga cengkeh di daerah mereka saat musim panen raya saat ini sangat rendah, yaitu Rp 60.000/kg. Sedangkan harga di Pulau Jawa kini mencapai Rp 100.000-120.000/kg.

Karena itu, Pamela menyarankan petani yang baru memanen cengkeh di Sulawesi agar jangan langsung menjual di sana, melainkan menahan beberapa bulan. Kemudian memasukkkan dalam pasar lelang dalam Acara Penas Petani-Nelayan di Aceh untuk mencari pembeli yang bersedia menampung di atas Rp 100.000/kg.

Begitu juga harga karet, Pamela menyebutkan di beberapa daerah di Pulau Kalimantan dan Sumatera, harga getah karet saat musim panen hanya Rp 6.000-10.000/kg, padahal harga karet di tingkat pedagang pengumpul yang telah diproses setengah jadi Rp 60.000/kg.

Hal sama disampaikan Ketua Asosiasi Perberasan Indonesia, Sutarto Ali Moeso tentang pasar lelang gabah dan beras yang juga ada dalam even enam hari itu. Sedangkan Christina, pedagang rempah-rempah dari Semarang mengatakan dirinya hadir dalam acara temu usaha agribisnis ini untuk mencari mitra kerja sama yang bisa menyuplai kebutuhan rempah-rempah dari berbagai daerah yang akan dijual ke pabrik pengolahan jamu dan lainnya.

Ia menyebutkan di antara jenis rempah-rempah dibutuhkan adalah kunyit, kemiri, sre, merica, lada, lengkuas, cengkeh, dan lainnya. “Bagi yang ingin melakukan kerja sama dengan saya bisa menghubungi ke 081228769898,” sebutnya.

Panitia Penas Petani dan Nelayan dari Kementerian Pertanian, Pamela juga menyebutkan bagi yang membutuhkan informasi tentang pasar lelang itu bisa menghubungi petugas mereka, yaitu Resfolidia (0813 11492631), Mochammad Amir (081311477898), Vivi (081352881220), Aris PS (0812 10182002), dan Riri (081242007073). (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help