SerambiIndonesia/

Tafakur

Menghormati Tamu

Ada saat-saat tertentu dalam hidup ini kita menjadi tamu atau sebaliknya menjadi pihak yang menerima kedatangan tamu

Menghormati Tamu

Oleh Jarjani Usman

“Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (HR. Bukhari).

Ada saat-saat tertentu dalam hidup ini kita menjadi tamu atau sebaliknya menjadi pihak yang menerima kedatangan tamu. Seperti pada acara-acara besar yang kalaupun bukan di rumah kita sendiri, tetapi di daerah kita. Bagi orang-orang beriman, itu saatnya mendulang
keuntungan, terutama dalam bentuk pahala dan menjadi silaturrahim.

Pahala dan hubungan yang baik bisa diperoleh dengan memuliakan tamu dengan akhlak yang mulia, seperti kejujuran. Jujur adalah nilai Islam, yang perlu ditunjukkan dan dipertahankan oleh setiap orang yang mengaku menganut agama Islam. Bahkan, di masa Nabi SAW, kejujuran yang ditunjukkan Demikian juga menjalin silaturrahim, sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa bila ingin memperoleh rezeki, hendaklah menebar salam dan menjalin silaturrahim.

Lagipula, siapapun akan merasa senang diperlakukan dengan akhlak yang mulia. Bila kita senang diperlakukan demikian, demikian juga sebaliknya kita sepatutnya memperlakukan orang lain. Juga diingatkan dalam Alquran bahwa bila kita berbuat baik kepada orang lain sama dengan berbuat baik kepada diri sendiri (QS. Al Isra’: 7); sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. Al-A’raf: 56); dan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (QS. Ar Rahmaan: 60).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help