SerambiIndonesia/

Kualifikasi Piala Asia, Malaysia Tolak Bermain di Korut karena Khawatir Diracun

Setelah ketegangan meningkat akibat pembunuhan Kim Jong-nam, tim nasional Malaysia dilarang pergi ke Korea Utara,

Kualifikasi Piala Asia, Malaysia Tolak Bermain di Korut karena Khawatir Diracun
TED ALJIBE / AFP
Tim nasional Malaysia menyanyikan lagu kebangsaan jelang pertandingan persahabatan melawan Filipina di Manila pada 22 Maret 2017. 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR -- Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah mempertimbangkan banding Malaysia untuk tidak menggelar pertandingan kualifikasi Piala Asia melawan Korea Utara di Pyongyang pada Juni 2017. 

Hubungan diplomatik kedua negara memanas setelah pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Februari silam.

Setelah ketegangan meningkat akibat pembunuhan Kim Jong-nam, tim nasional Malaysia dilarang pergi ke Korea Utara, sehingga mencegah mereka memainkan pertandingan yang awalnya dijadwalkan 28 Maret itu.

AFC mengungkapkan bahwa pertandingan Grup B yang ditunda itu akan dimainkan 8 Juni nanti menyusul konfirmasi dari Asosiasi Sepak Bola Malaysiabahwa tidak ada larangan dari pemerintah Malaysia untuk pergi ke Korea Utara.

"Saya bisa pastikan bahwa kami telah menerima banding (dari Malaysia) dan kami tengah mempertimbangkannya," kata juru bicara AFC sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (11/5/2017). 

Selasa (9/5/2017), Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia Khairy Jamaluddin mengungkapkan kekhawatiran kepada keselamatan tim nasional sepak bolanya di Pyongyang nanti.

"Ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara mungkin sudah berakhir tetapi negara itu (Korea Utara) sedang menghadapi berbagai masalah yang melibatkan dunia luar," kata dia kepada wartawan.

Kekhawatiran juga disuarakan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia(FAM), Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Dia khawatir pasukannya diracun saat berlaga di Korea Utara nanti. 

"Sejujurnya, saya ingin pertandingan dimainkan di tempat yang netral demi keamanan para pemain," kata Tunku Ismail.

"Saya juga sangat prihatin dengan jaminan keamanan mengenai akomodasi dan makanan. Menurut informasi yang saya terima, kami perlu membawa makanan sendiri karena kemungkinan sabotase," tuturnya menambahkan. (*)

Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help