SerambiIndonesia/

Tafakur

Menghadiri Undangan

Terkadang kita lupa dengan ajaran Islam, akibat terlalu berpikir politis. Seperti dalam hal menghadiri undangan

Menghadiri Undangan
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau
bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam; jika dia mengundangmu maka
datanglah, jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat;
jika dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, maka doakanlah; jika
dia sakit maka jenguklah; dan, jika ia meninggal maka iringilah
jenazahnya” (HR. Muslim).

Terkadang kita lupa dengan ajaran Islam, akibat terlalu berpikir
politis. Seperti dalam hal menghadiri undangan seseorang, tetapi
sebahagian kita pilih-pilih. Kalau yang mengundangnya adalah
orang-orang yang dianggap punya pengaruh, akan diupayakan hadir dalam
keadaan bagaimanapun. Sedangkan kalau yang mengundang adalah
orang-orang biasa, sebahagian kita cenderung mengabaikannya walaupun
sudah mengatakan insya Allah.

Perilaku seperti itu menunjukkan bahwa sebahagian kita sudah terbiasa
berpikir politis dan ekonomis, dibandingkan mencari ridha Allah.
Disebut demikian karena terlalu besar mempertimbangkan keuntungan
duniawi yang terlalu besar. Misalnya, kalau menghadiri suatu undangan
orang besar, dianggap akan berpengaruh besar terhadap pekerjaan,
posisi, proyek, gengsi, dan sejenisnya. Sehingga akan berusaha
menampakkan diri, bahkan kalau perlu berlama-lama di sana agar dikira
setia. Sedangkan tak menghadiri undangan orang biasa dianggap tak ada
pengaruh apapun terhadap dirinya.

Padahal ada pengaruhnya, terutama bila ditinjau dari ajaran Islam.
Dalam Islam, kita diperintahkan untuk menghadiri undangan, kecuali
kalau memang dalam keadaan berhalangan. Sehingga orang-orang yang
benar-benar mengamalkan ajaran Islam akan menuruti perintah tersebut
dengan berusaha menghadiri undangan tanpa membeda-bedakan kelas atau
status orang yang mengundangnya.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help