SerambiIndonesia/

Rita: Segera Ditelusuri

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Wilayah Aceh, Rita Masyita Ridwan SSi Apt MKes mengatakan

Rita: Segera Ditelusuri
Kepala BPJS Kesehatan Kanwil Aceh

BANDA ACEH - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Wilayah Aceh, Rita Masyita Ridwan SSi Apt MKes mengatakan, akan menindaklanjuti kasus puluhan kartu BPJS Kesehatan yang ditemukan tak bertuan di Woyla Timur, Aceh Barat.

“Saya sudah hubungi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Dokter Neni Fajar untuk segera turun ke Woyla Timur menelusuri kartu-kartu BPJS yang tak bertuan itu,” kata Rita Masyita saat dihubungi Serambi via handphone di Banda Aceh tadi malam.

Rita mengaku sudah mendapatkan informasi tentang kartu-kartu BPJS tak bertuan itu dari Dr Taqwaddin Husen, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh kemarin siang. Kemudian diperkuat lagi dengan konfirmasi Serambi tadi malam.

Namun, Rita tetap merasa penting menugaskan dr Neni Fajar selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh untuk melihat langsung keberadaan kartu-kartu BPJS tersebut di rumah Keuchik Teumikeut Ranom, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Sekaligus untuk menyelidiki mengapa hal itu sampai terjadi. “Kita tunggu saja hasil penelusuran Dokter Neni ke lapangan,” ujar Rita.

Ia menduga, karena kartu tersebut dikeluarkan/dicetak tahun 2014, pada tahun itu memang belum semua pemilik KTP punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti yang belakangan tercantum pada KTP elektronik (KTP-el). Jadi, kartu BPJS yang tanpa NIK jelas sulit melacak siapa pemilik yang sesungguhnya. Kalau hanya berpedoman pada nama, sangat besar kemungkinan di satu desa atau kecamatan ada lebih dari dua orang yang memiliki nama yang sama.

“Bisa saja, ini salah satu faktor mengapa kartu BPJS itu bernasib ‘tak bertuan’ karena tak bisa dilacak di mana domisili terakhir orang yang namanya tercantum di kartu BPJS tersebut,” duga Rita Masyita.

Apa yang diduga Rita Masyita itu, menemukan faktanya di lapangan. Hasil penelusuran Serambi tadi malam membuktikannya. Dari belasan foto kartu BPJS tersebut yang sempat dicermati Serambi, setidaknya ada tiga kartu yang tidak tercantum NIK pemiliknya. Misalnya, kartu atas nama Marijah (kelahiran 11 Maret 1996), Benu Abah kelahiran 6 Maret 1962, dan Sulamiah kelahiran 4 Juli 1963. Pada ketiga kartu itu hanya tercantum nama, tanggal lahir, dan alamat fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I peserta BPJS Kesehatan, tapi di kolom NIK terlihat kosong (blank). Ini menyulitkan pihak keuchik, puskesmas, maupun pengelola BPJS setempat untuk melacak keberadaan (domisili terakhir) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimaksud.

Rita berharap, apabila keuchik menemukan kartu-kartu BPJS yang nama pesertanya ternyata tidak bermukim di desa tersebut, hendaknya kartu BPJS tersebut segera dikembalikan ke puskesmas terdekat atau langsung ke BPJS setempat untuk diperbaiki atau didata ulang. (dik)

data dan fakta
* Sekitar 60 lembar kartu BPJS Kesehatan diamankan Marzuki, Keuchik Teumikeut Ranom, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, di rumahnya
* Kartu-kartu tersebut ia terima tahun 2015
* Di sebagian kartu tersebut hanya tercantum nama dan tanggal lahir peserta BPJS, dan faskes tingkat I. Tidak tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK)
* Ini menyulitkan keuchik melacak domisili terakhir nama peserta JKN yang tercantum di kartu BPJS tersebut.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help