SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Tiga Tandang, Tiga Penalti

Eksekusi penalti PSPS Riau membuat Persiraja takluk 0-1 dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Kaharuddin Nasution

Tiga Tandang, Tiga Penalti
PEMAIN Persiraja menggotong gawang saat menjalani latihan terakhir di Stadion Mini USU Medan,Rabu (10/5). 

* PSPS Riau 1 vs 0 Persiraja

MEDAN - Eksekusi penalti PSPS Riau membuat Persiraja takluk 0-1 dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, petang kemarin. Ini merupakan penalti ketiga yang diterima Lantak Laju dalam tiga laga tandang.

Hukuman penalti itu merupakan yang ketiga kali diterima Persiraja pada musim ini. Ironisnya, seluruh hukuman itu diperoleh saat mereka melakoni laga tandang.

Penalti pertama didapat ketika Laskar Rencong bermain imbang 2-2 di kandang PSBL Langsa. Bahkan, akibat tendangan 12 pas itu berakibat dengan hukuman skorsing Ferry Komul. Kutukan berlanjut ketika Iwan Sadri cs bertamu ke markas PSMS, pekan lalu. Trigol yang bersarang ke gawang Persiraja juga berasal dari sepakan penalti.

Persiraja mengawali laga terbilang cukup baik. Pemain lapis kedua yang mendominasi skuadra Laskar Rencong sudah mulai berani tampil menekan. Kerja sama satu dua yang dibangun dari lini tengah beberapa kali merepotkan lini pertahanan tuan rumah.

Buktinya, Agung Rizkiawan yang sejatinya pelapis Fahrizal Dillah sudah menunjukkan konsistensinya selama pertandingan dengan menciptkan peluang emas. Sayang tendangan kerasnya pada babak kedua masih membentur tiang.

Lini belakang yang digalang Rafsanjani juga terlihat padu sehingga berhasil menghalau serangan pemain Asykar Bertuah. Kokohnya tembok pertahanan ini membuat lini serang PSPS frustasi. Malahan, trio di depan tuan rumah, Ananias Fringkrew, Defri Riski, dan Leo Guntara dibuat tak berkutik. Bola panjang yang dimainkan mereka berhasil dipatahkan Rafsanjani, Hidayat, dan Khairunnas.

Sayangnya pertandingan dalam tempo tinggi ini dirusak dengan aksi diving pemain pengganti PSPS, Firman Septian. Firman terjatuh di dalam kotak penalti Persiraja pada menit 77 ketika dia berusaha melewati Lutfhi Fauzi Hamdan. Melihat pemain tuan rumah terjatuh, wasit langsung menunjuk titik putih. Tembakan 12 pas ini langsung dimaksimalkan Ananias Fringkreuw hingga merubah skor 1-0 untuk tuan rumah.

Pelatih Persiraja Anwar sangat menyayangkan keputusan wasit, karena menurutnya sama sekali tidak ada kontak fisik antara pemainnya dengan Firman. “Jelas diving. Dia jatuh tanpa ada sentuhan dengan pemain kita,” komentarnya.

Di sisi lain Anwar memuji semangat juang anak asuhnya yang cukup gigih. Ia melihat ada kemajuan signifikan yang ditunjuk pemain Persiraja dibanding saat dikalahkan PSMS. Namun Anwar tidak bisa memaksimalkan taktik dalam permainan itu karena keterbatasan pemain. “Kendalanya hanya satu, stok pemain kami terbatas,” tuturnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help