SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Lifter Aceh Sabet Emas di Azerbaijan

Prestasi gemilang dipersembahkan atlet angkat besi (lifter) Aceh, Surahmat yang menyabet medali emas pertama

Lifter Aceh Sabet Emas di Azerbaijan

* Islamic Solidarity Games 2017

BANDA ACEH - Prestasi gemilang dipersembahkan atlet angkat besi (lifter) Aceh, Surahmat yang menyabet medali emas pertama untuk Indonesia dalam kejuaraan Islamic Solidarity Games 2017. Kejuaraan Angkat Besi Dunia itu berlangsung sejak 12-22 Mei di Baku, Azerbaijan, salah satu negara pecahan bekas Uni Soviet. Even bergensi ini diikuti peserta dari 58 negara dengan jumlah atlet keseluruhan 6.000 orang.

Bertanding di Azarbaizan Weightlifting Academy, Sabtu (13/5) malam, Surahmat cukup percaya diri untuk tampil di kelas 56 Kg. Ternyata peraih emas untuk Aceh dalam PON XIX 2016 Jawa Barat ini memberi harapan untuk Indonesia. Surahmat mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia setelah unggul dari 11 negara peserta lainnya. Ia melakukan angkatan mencapai 264 Kg. Ini menjadi rekor baru karena jauh melebihi angkatannya 255 Kg saat meraih emas PON Jabar. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Azerbaijan bersamaan dengan berkibarnya bendera merah putih untuk pertama kali di ajang tersebut.

Menghadapi even tersebut, kontingen Indonesia berangkat ke Azerbaijan dengan kekuatan 14 atlet, yaitu 7 putera dan 7 puteri. Aceh sendiri diwakilkan oleh 2 lifter, yaitu Surahmat di kelas 56 kg putera dan Nurul Akmal di kelas +90 kg puteri. Jawa Barat mewakilkan atlet terbanyak, yaitu 5 atlet. Disusul Jawa Timur 3 atlet dan Aceh 2 atlet serta daerah lain masing-masing 1 atlet.

Sedangkan Nurul Akmal baru akan turun bermain pada 17 Mei. Nurul Akmal merupakan satu-satunya atlet non-TC Pelatnas yang diberangkatkan PB PABBSI. Lifter kelahiran Serbajaman Tunong, 12 Februari 1993 ini dipanggil mengingat prestasinya yang luar biasa dengan meraih emas dan memecahkan rekornas dan rekor PON di PON XIX 2016 Jawa Barat.

Timnas Indonesia juga memboyong lifter berprestasi hingga Olimpiade. Misalnya Sri Wahyuni dan Eko Yuli Iriawan yang merupakan atlet Indonesia peraih perak di Olimpiade Rio de Jeneiro Brazil tahun 2016. Nama-nama lifter yang dipanggil PB PABBSI, yaitu Muammad Furkon (Jabar), Eko Yuli Iriawan (Jatim), Deni (Jabar), I Ketut Iriawan (Bali), dan Triyatno (Kaltim). Kemudian Edi Kurniawan (Kaltim), Sri Wahyuni (Jabar), Lisa Andriyani (Jabar), Syarah Anggraini (Jabar), Dewi Safitri (Jabar), Achedeyan (Jatim) dan Dwi Mayasih (DKI).

Ajang Islamic Solidarity Games 2017 diikuti peserta dari 58 negara dengan jumlah atlet keseluruhan mencapai 6.000 orang. Dipertandingkan 20 cabang olahraga yang dibuka di Baku National Stadium pada 12 Mei dan akan ditutup 22 Mei 2017.

Ketua Umum PABBSI Aceh, T Rayuan Sukma kepada Serambi kemarin mengatakan, kepuasannya atas keberhasilan atlet Tanah Rencong yang mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia. Prestasi ini juga berkat kerja keras Pelatih Efendi Eria dan Tarso dalam menerapkan disiplin pelatihan terhadap atlet. Karena Pengrov PABBSI Aceh semenjak Januari 2017 telah melakukan TC berjalan terhadap semua atlet prioritas satunya. “Kita berharap Nurul Akmal juga akan mampu mempersembahkan emas untuk kontingen Indonesia. Mari kita doakan semoga Aceh bisa menambah medali emas,” harap T Rayuan Sukma.(adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help