SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Nonton bareng Tiga Azan Terlewati

MENYAKSIKAN siaran televisi dengan aneka program acara sambil menikmati secangkir kopi panas plus dua potong

Nonton bareng Tiga Azan Terlewati
SERAMBINEWS.COM/SAIFULLAH
Host nonton bareng (nobar) 

Oleh Murni

MENYAKSIKAN siaran televisi dengan aneka program acara sambil menikmati secangkir kopi panas plus dua potong pisang goreng hangat, memang terasa nikmat. Apalagi ditemani dengan teman dekat atau kerabat, sementara mata tetap melotot ke layar TV berukuran 90 Inchi, bahkan lebih besar lagi dengan infocus dan sound system yang menggelegar seolah-olah sedang menonton di bioskop-bioskop era 1970-an dan meredup 1990-an di kota Banda Aceh. Karena zaman sudah lebih maju bioskop sudah kurang diminati masyarakat.

Lihatlah fenomena saat ini warkop telah menjadi tempat persinggahan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua. Yang parahnya ketika menjelang Maghrib pukul 18.30 WIB ada siaran langsung (live) Liga Inggris ditayangkan lebih awal sejak kick off babak pertama hingga babak ke dua baru selesai pukul 20.15 WIB.

Apabila dicermati antara pukul 18.30 sampai pukul 20.15 terdapat dua waktu dikumandangkan adzan yaitu azan Maghrib dan azan Isya, sehingga tidak heran ketika penulis pulang melewati jalan terlihat beberapa warkop orang-orang bersorak kegirangan bahkan ada yang memukul meja ketika gol tercipta, di saat yang sama suara azan dari beberapa masjid seolah-olah tenggelam dalam euforia itu. Tidak terasa waktu terbuang dengan sia-sia. Artinya sudah dua kumandang azan terlewati, yaitu azan untuk melaksanakan shalat Magrib dan azan untuk melaksanakan shalat Isya dengan sengaja.

Apalagi jika saat final Liga Champion yang dimulai pukul 01.45 dari babak pertama hingga babak kedua berakhir hasil pertandingan masih seri lalu dilanjutkan lagi babak extra time selama 30 menit, juga masih imbang, maka akan dilanjutkan dengan adu pinalti. Itu pun di tambah lagi dengan jeda iklan dan istirahat pemain beberapa kali berakhir pukul 05.00 pagi baru selesai. Sebagian langsung pulang ke rumah, tapi sebagian ada beberapa penonton yang masih menganalisis hasil pertandingan walaupun pertandingan sudah usai.

Ya, begitulah keadaan kita hingga saat ini. Setelah itu baru pulang ke rumah karena mata sudah mengantuk berat, tentunya langsung tidur.

Tiga waktu terlewati
Saat azan Shubuh berkumandang dibangunkan oleh ibu atau ayah sudah tentu pasti jawabannya sebentar lagi dan sebentar lagi. Akhirnya bangun sekitar pukul 07.15 WIB, sehingga tidak bisa lagi shalat Shubuh, karena takut terlambat ke sekolah. Dengan demikian, berarti sudah terlewati tiga waktu azan untuk yang ketiga kalinya. Alangkah terenyuhnya melihat fenomena seperti ini dan sedih hati rasanya, di mana Banda Aceh adalah kota madani dan bersyariat Islam khususnya bagi kaum pelajar yang perlu banyak belajar.

Amatan penulis selama singgah ke beberapa warung kopi ada di sekitar kota Banda Aceh tidak semuanya menyediakan mushalla. Kita mengapresiasi tempat-tempat kuliner yang menyediakan ruang khusus untuk tempat shalat bagi para pelanggannya. Bahkan ada warung mie di Banda Aceh yang berhenti sejenak saat adzan berkumandang, dengan pemberitahuan “Mohon maaf, aktivitas kami hentikan sejenak pada saat Adzan dan Shalat Maghrib (± 30 menit). Atas perhatiannya terima kasih.”

Kiranya ini yang perlu dicontoh oleh pemilik warkop yang lain yang mungkin tidak menyediakan fasilitas mushalla agar pengunjung dapat segera bergegas menuju ke Masjid atau mushalla terdekat melaksanakan ibadah shalat.

Apabila si anak sedang menonton tiba-tiba terdengar kumandang azan, minta si anak segera matikan televisi dan duduk di sampingnya dan melatihnya bersama-sama dengan mengulangi ucapan kalimat-kalimat azan seperti yang diucapkan oleh Muazin dengan serius dan tenang. Serta menginformasikan bahwa azan merupakan seruan atau panggilan bagi seluruh umat Islam yang menjadi pertanda bahwa waktu shalat telah tiba. Dan, azan sendiri merupakan salah satu syiar agama yang paling agung.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help