SerambiIndonesia/

RS Prince Nayef Unsyiah Memiliki Alat Bone Densitometry

Selama ini, penggunaan alat tersebut belum sering digunakan oleh dokter spesialis yang berhubungan dengan pasien Osteoporosis.

RS Prince Nayef Unsyiah Memiliki Alat Bone Densitometry
IST
Peralatan Bone Desnsitometry yang dimiliki Rumah Sakit Prince Nayef (RSPN) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah Sakit Prince Nayef (RSPN) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kini memiliki alat medis Bone Densitometry (BMD). BMD merupakan alat pemeriksaan kepadatan tulang dan umumnya berkorelasi dengan kekuatan tulang dan digunakan untuk mendiagnosis osteoporosis sejak dini.

BMD diukur dengan test X-Ray absorpsiometri energi ganda disebut sebagai scan DXA.

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSPN Unsyiah, dr Teuku M Yus, Senin (15/5/2017) mengatakan, BMD DXA dilakukan dengan menggunakan pesawat yang memanfaatkan sinar X dengan dosis sinar X yang sangat kecil sehingga relatif dapat diabaikan dampaknya.

Pemeriksaan ini tidak invasif, sangat mudah, relatif murah dan akurat, serta bersifat sangat sensitif sehingga dapat mendeteksi kasus osteoporosis dini yang tidak terdeteksi dengan pemeriksaan alat medis lain.

Dikatakan Teuku M Yus, pada umumnya pemeriksaan BMD ditujukan pada 3 lokasi (titik) yaitu tulang belakang bagian bawah (pinggang), paha atas dan pergelangan tangan.

Pemeriksaan ketiga tempat tersebut dilakukan dalam waktu yang sama dan dapat juga dilakukan pada seluruh tubuh (total body).

Ia mengatakan, dalam proses pemeriksaan dengan alat ini tidak memerlukan persiapan khusus, tetapi dalam satu minggu sebelum pemeriksaa, pasien tidak melakukan pemeriksaan radiologi lainnya yang menggunakan kontras.

Hal ini juga untuk mencegah terjadinya kesalahan interpretasi hasill.

"Proses pemeriksaan BMD DXA berlangsung cepat, hanya memerlukan waktu antara 15-30 menit untuk seorang pasien. Selama pemeriksaan, pasien yang diperiksa berbaring pada meja BMD DXA scanner dan mesin tersebut akan mengambil gambar-gambar tulang, kemudian komputer akan mengolahnya dan menghitung densitas tulang," ujar Teuku M Yus.

Dr Teuku M Yus mengakui, Rumah Sakit Prince Nayef Unsyiah (RSPN) Unsyiah telah memiliki alat tersebut sejak dua tahun lalu.

Selama ini, penggunaan alat tersebut belum sering digunakan oleh dokter spesialis yang berhubungan dengan pasien Osteoporosis. "Memang, saat ini pemeriksaan BMD belum tercover jaminan BPJS sehingga pasien harus membayar biaya sendiri. Saat ini hanya beberapa rumah sakit di Sumetera yang memiliki alat ini. Semoga ke depan, alat ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat Banda Aceh khususnya dan Aceh umumnya," pungkas dr Teuku M Yus.(***)

Penulis: jalimin
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help