SerambiIndonesia/

Gubernur Minta Warga Aceh tidak Memperkaya Daerah Orang

Hal tersebut disampaikan Gubernur pada peluncuran sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) gampong di Meureudu, Pidie Jaya, Selasa (16/5/2017)

Gubernur Minta Warga Aceh tidak Memperkaya Daerah Orang
dr Zaini Abdullah 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah atau lebih akrab disapa Abu Doto meminta masyarakat Aceh tidak memperkaya daerah orang.

Sementara negeri sendiri kondisinya  miskin. Warga juga diimbau untuk membayar pajak kendaraan.

Karena dengan besarnya pendapatan asli daerah (PAD), tentu saja akan berpengaruh atau berdampak nyata terhadap laju pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur pada peluncuran sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) gampong di Meureudu, Pidie Jaya, Selasa (16/5/2017).

Hadir juga Kapolda Aceh, Irjen Polisi Rio S Djambak, Wabup Pijay, H Said Mulyadi serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh dan Kabupaten (SKPA dan SKPK) setempat.

Acara ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov, Kapolda serta PT Jasa Raharja sekaligus pemotongan pita  Kantor Samsat.

Di luar teks, gubernur juga menyampaikan kilas balik tentang keberadaan kendaraan bernomor polisi atau plat Aceh (BL) di Sumatera Utara (Sumut).

Kendaraan berplat BL sering menjadi incaran oknum aoparat kepolisian di Medan dan sekitarnya.

“Sementara banyak kendaraan berplat BK di Aceh, tapi tidak diapa-apakan. Siapa saja datang ke Aceh, kita menjamu dengan baik,” kata Gubernur Zaini. (*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help