SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Persih Waspadai Fahrizal Dillah

Persih Tembilahan, Riau, menaruh perhatian khusus terhadap Fahrizal Dillah, Striker jangkung ini dinilai memiliki

Persih Waspadai Fahrizal Dillah
STRIKER Persiraja, Fadhil Ibrahim mencoba melewati pemain bawah Rafsanjani dalam latihan di Lapangan Lamreung, petang kemarin. Latihan itu sebagai persiapan menjamu Persih Tembilahan di Liga 2 Indonesia. 

* Tandang ke Lampineung

MEDAN - Persih Tembilahan, Riau, menaruh perhatian khusus terhadap Fahrizal Dillah. Striker jangkung ini dinilai memiliki potensi untuk mengacaukan target mencuri poin di Banda Aceh. Persih dijamu tuan rumah Persiraja dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia di Stadion H Dimurthala Lampineung, Sabtu (20/5) malam.

Kabar fitnya Fahrizal Dillah semacam berita buruk bagi Persih. Sosok striker ini cukup menjadi momok bagi Harimau Rawa--julukan Persih--. Apalagi setelah istirahat dua pekan lebih, kondisi Fahrizal diyakini cukup bugar untuk melakoni laga kelima yang akan dilangsungkan akhir pekan nanti.

Pelatih Persih, Raja Faisal tidak sungkan menyanjung Fahrizal sebagai salah satu striker terbaik di Grup I Liga 2. Berdasarkan amatannya, mantan pemain Semen Padang dan Persegres Gresik tersebut merupakan pemain yang berbahaya di kotak penalti karena memiliki teknik menahan bola yang cukup bagus. Fahrizal juga bagus ketika duel udara. “Sudah sering jumpa dengan dia. Makanya saya tahu keunggulan dia,” kata Raja Faisal, Rabu (17/5).

Namun segala keunggulan yang dimiliki Fahrizal tidak lantas membuat mereka takut. Justru Faisal menganggapnya sebuah keuntungan karena mereka bisa melakukan antisipasi sedini mungkin. Bisa dibilang Faisal sedikit tenang karena lini bawahnya sudah melakukan latihan khusus untuk mematikan pergerakan striker bertipe seperti Fahrizal.

“Pasti kita antisipasi. Tentu bukan hanya dia, semua pemain lawan harus diwaspadai,” sambungnya. Faisal mengungkapkan kalau mereka akan berjuang keras merebut angka di Lampineung. Tambahan angka di laga tandang memiliki arti sendiri, karena bisa membangkitkan semangat di pertandingan berikutnya. Saat ini tim yang bermarkas di Stadion Beringin ini baru mengumpulkan tiga poin hasil satu menang dan tiga kalah. Artinya, kalah dari Persiraja akan menjuramkan mereka ke dasar klasemen.

Faisal menyadari betul kalau pertarungan di Aceh bakal menguras stamina pasukannya. Untuk menyiasati ini, rombongan memilih berangkat lebih awal ke Aceh. Tim terlebih dulu terbang ke Medan Rabu (17/5) malam, dan keesokan harinya baru terbang ke Banda Aceh.

“Kami berangkat naik pesawat. Tujuannya untuk menjaga stamina anak-anak,” tukas Faisal. Harimau Rawa datang ke Banda Aceh dengan modal meyakinkan. Karena, pada pertandingan terakhir di Stadion Beringin, Daniel Junaidi dkk sukses mengamankan poin penuh. Kemenangan pertama direbut menyusul keberhasilan mereka menekuk juru kunci, Pro Duta. Gol tunggal itu dilesatkan melalui tendangan penalti pada menit 8.

Kekuatan anak-anak Tembilahan tak boleh dianggap enteng. Ya, mereka memiliki materi mumpuni mengingat sejumlah pemain Persih merupakan punggawa yang berwara-wiri di Liga Super Indonesia (ISL). Adalah kiper Fauzal Mubarak, Daniel Junaidi, Firman Septian, dan striker degil, Redo Rinaldi.

Pelatih Persih Tembilahan, Raja Faisal memiliki filosifi tersendiri mengenai pertandingan sepakbola. Olahraga ini dipandangnya hanya wadah silaturahmi dan memupuk sifat sportif bagi pemain. “Menang, kalah atau seri itu hanya bagian yang melengkapi sebuah pertandingan. Intinya silaturahmi,” kata Faisal kepada Serambi, Rabu (17/5).

Makanya Faisal sangat heran bila sebuah pertandingan dinodai dengan kekerasan yang jauh dari nilai sportivitas. Apalagi saat ini tak sedikit pemain sepakbola yang rela melakukan apapun agar tim yang dibelanya menang. Padahal akibat permainan keras itu menyebabkan pemain lawan cedera yang bisa saja menyebabkan pensiun dini. “Jangan merusak silaturahmi demi kemenangan. Silaturahmi itu tidak ternilai,” sambungnya.

Makanya Faisal selalu menekankan kepada anak asuhnya untuk bermain sportif dan menghindari trik yang membahayakan keselamatan pemain lawan. Tapi bukan berarti dengan gaya permainan ini, Persih tidak ngotot merebut kemenangan. Bahkan Harimau Rawa menargetkan Persiraja sebagai sasaran kemenangan kedua mereka di musim ini. “Minimal dapat satu poin dari mereka (Persiraja),” tukasnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help