SerambiIndonesia/

Polisi Sita BB Raskin Gampong Dayah Tumandah

Karena takut berurusan panjang iapun membagikan sisa beras tersebut. "Karena sudah diketahui bermasalah,

Polisi Sita BB Raskin Gampong Dayah Tumandah
Buruh lepas memuat beras rakyat miskin (Raskin) ke dalam truk untuk didistribusikan ke 222 gampong dari delapan kecamatandi gudang Bulog Meureudu, Pidie Jaya, Kamis (19/11). SERAMBI /IDRIS ISMAIL 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Aparat Polisi menyita dua karung beras Rakyat Miskin (Raskin) sebagai Barang Bukti (BB) atas dugaan penyimpangan pemotongan dalam penyaluran terhadap masyarakat Gampong Deah Tuemanah, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay).

Dari keterangan awal Keuchik Gampong setempat dinilai plin-plan.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kapolsek Trienggadeng, AKP Mulyadi SH kepada Serambinews.com, Kamis (18/5/2017) mengatakan, kedua karung beras Raskin sebagai BB yang disita dari dugaan penyimpangan pemotongan Raskin warga itu telah diamankan di Mapolres.

"Keuchik ‎telah diserahkan ke Satreskrim Polres Pidie untuk dimintai keterangan dan kasus ,"sebut AKP Mulyadi.

Jumlah jatah Raskin untuk gampong tersebut sebanyak 5.895 Kg untuk selanjutnya disalurkan kepada 325 Rumah Tangga Sasaran (RTS) atau KK.‎

Sebelumnya tim penyidikan Polsek telah memanggil keuchik Gampong Deah Tuemanah, M Ali.

Namun dalam keterangan yang diberikan sangat plin-plan atau berubah-ubah. Dari keterangan awal, katanya pemotongan Raskin 617 Kg atau setara 12 Sak ini dilakukan untuk kas desa.

Padahal itu tidak ada kaitan sama sekali.

Selain itu M Ali menyebutkan sisa 617 Kg tersebut untuk masyarakat yang tinggal di luar.

Selain itu M Ali juga berdalih untuk biaya bongkar muat. Padahal, untuk bongkar muat ditanggung dalam dana desa.

Dari berbagai dalih ini jelaslah bahwa keuchik telah memberikan alasan yang berbelit-belit sehingga menyebabkan 35 warga mengadukan persoalan ini ke Polsek dan Kantor Camat.

Karena takut berurusan panjang iapun membagikan sisa beras tersebut. "Karena sudah diketahui bermasalah, warga tidak mau menerima beras tersebut,"jelasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help