SerambiIndonesia/

Jelang Ramadhan, Gubernur Perintahkan Dinas Jaga Stabilitas Harga

Menyambut bulan suci Ramadhan, Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah memerintahkan instansi terkait supaya

Jelang Ramadhan, Gubernur Perintahkan Dinas Jaga Stabilitas Harga

BANDA ACEH - Menyambut bulan suci Ramadhan, Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah memerintahkan instansi terkait supaya menjaga stok pangan dan menjaga stabilitas harga di pasar. Ia juga meminta para pedangan untuk tidak menaikkan harga kebutuhan pokok seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan masyarakat jelang bulan puasa.

Hal ini disampaikan Gubernur seusai rapat bersama Forkopimda Aceh di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (18/5).Hadir dalam rapat itu, pihak Pertamina, Bulog, PLN, ASDP, Organda, BI, BBPOM, Asisten Bidang Perekonomin dan Pembangunan, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, serta SKPA terkait.

“Dalam melakukan stabilisasi harga, kita juga melibatkan pihak kepolisian dalam hal ini Dirkrimsus Polda Aceh.Sehingga kita tidak segansegan untuk menindak oknumoknum yang mempersulit masyarakat,” ujar Gubernur Zaini Abdullah sebagaimana dikutip oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Muyadi Nurdin. Gubernur juga meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak perlu memborong barang kebutuhan pokok, karena sejauh ini kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng stoknya masih cukup, bahkan untuk enam bulan ke depan. “Stok pangan cukup untuk enam bulan ke depan dan harga masih stabil, jadi masyarakat tidak perlu panik,”ujarnya.

Pemerintah Aceh melalui Disperindag Aceh sebelumnya juga sudah melakukan operasi pasar disejumlah titik guna menjaga stabilisasi harga. Kegiatan ini akan terus dilakukan jika masih ada pedagang yang masih bermain dengan harga barang. Ia juga berpesan kepada pengusaha agar tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan, jika ditemukan maka izin usahanya dicabut.

Sementara terkait dengan kemungkinan terjadinya lonjakan harga daging pada harimeugang, Zaini meminta instansi terkait untuk mencarikan solusi agar harga daging, khususnya harga dagingsapi bisa ditekan sehingga lebih murah dari meugang sebelumnya yang berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 170 ribu.

“Sebelumnya harga daging meugang bisa mencapai 150 ribu rupiah bahkan 170 riburupiah perkilogram. Maka pada tahun ini kita harap bisa ditekan lebih murah. Walaupun pemerintah juga menyediakan daging beku yang harganya 80 ribu perkilogram, akan tetapi kebiasaan masyarakat kita adalah mengkonsumsi daging sapi lokal saat meugang,” ujarnya.

Disisi lain, Gubernur Zainijuga berpesan kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, agar menjamin makanan dan minuman yang beredar di Aceh sehat dan halal. “Perlu diperiksamakanan dan minuman yang dijual di pasar agar tidak kadarluarsa ataupun yang tidak ada label halalnya, kalau ada segera ditindak,” pintanya.Khusus kepada Pertamina, Zaini meminta supaya menjamin stok BBM dan gas LPG serta memastikan harganya normal dan tidak melebihiharga yang telah ditetapkan pemerintah.

Selama ini banyak keluhan masyarakat terkait dengan LPG 3 Kg yang kerap langka dan dijual denganharga yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah. Gubernur Aceh juga mengingatkan PLN wilayah Aceh agar menjamin ketersediaan energi listrik selama Ramadhan, agar tidak terjadinya pemadaman. Sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang. “Ini sangat penting sekali, listrik kerap bermasalah, ini harus dipikirkan bagaimana secepatnyaditangani,” tukasnya.

Sementara kepada pihak ASDP dan Organda, Zaini meminta kedua lembaga ini menjaminkelancaran transportasi baik didarat maupun di laut, khususnya saat mudik menyambut hari raya Idul Fitri1438 hijriah. Jika ada armada yang kurang agar segera diupayakan penambahan, demikian juga dengan kapal laut.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help