SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Lifter Aceh Raih Perak di Azerbaijan

Atlet angkat besi (lifter) putri Aceh, Nurul Akmal menorehkan prestasi membanggakan untuk tim nasional

Lifter Aceh Raih Perak di Azerbaijan
LIFTER putri Aceh, Nurul Akmal memperlihatkan medali perak yang diraih dalam Islamic Solidarity Games Tahun 2017 di Azerbaijan, Kamis (18/5). 

BANDA ACEH - Atlet angkat besi (lifter) putri Aceh, Nurul Akmal menorehkan prestasi membanggakan untuk tim nasional Indonesia dalam kejuaraan multieven Islamic Solidarity Games (ISG) Tahun 2017 di Azerbaijan. Dara kelahiran Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara ini berhasil merebut perak saat tampil di Azal Arena Weightlifting Academy Baku, Azerbaijan, Rabu (17/5).

Remaja kelahiran 12 Februari 1993 ini merupakan satu-satunya atlet non-TC (training centre) pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang diberangkatkan oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi-Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI).

Ia hanya digembleng Pelatih Effendi Eria dan Tarso di belakang GOR KONI Aceh bersama lifter lain. Tapi Nurul Akmal membuktikan kemampuannya saat tampil di kelas +90 kg dengan menyabet perak di salah satu negara pecahan bekas Uni Soviet.

Nurul berhasil mengangkat beban dengan total 230 kg yang terdiri atas 99 kg angkatan snatch dan 131 kg angkatan clean and jerk. Medali emas pada kelas ini diraih lifter Mesir, Shaimaa Haridy yang merupakan peringkat empat dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Lifter Mesir ini membukukan total angkatan 275 kg (snatch 120 kg dan clean and jerk 155 kg). Sedangkan perunggu menjadi milik lifter Tunisia, Marwa dengan total angkatan 221 kg (snatch 95 kg dan clean and jerk 126 kg).

Meski gagal meraih medali emas, prestasi Nurul Akmal ini sudah cukup luar biasa, karena ini merupakan even internasional pertama baginya. Hasil ini cukup mengejutkan para pelatih angkat besi Indonesia.

Nurul sendiri sangat bersyukur dan gembira atas keberhasilannya meraih medali perak di ajang internasional ini. “Saya senang dan terharu bisa meraih medali perak. Apalagi pada kejuaraan ini saya tampil tanpa target,” ujar Nurul.

Rasa bangga atas prestasi Nurul juga diungkap Ketua Umum Pengprov PABBSI Aceh, Teuku Rayuan Sukma. Menurutnya, raihan 1 perak dari Nurul Akmal ini melengkapi prestasi yang diukir dua lifter Aceh yang mewakili Indonesia pada ajang ISG Tahun 2017 di Azerbaijan.

Sebelumnya, lifter Aceh, Surahmat yang bertarung di kelas 56 kg menyumbang medali emas untuk Indonesia. Rayuan mengatakan, dua medali yang diraih dua mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh ini sangat membantu kontingen Indonesia. “Mudah-mudahan Nurul Akmal bisa dipanggil untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan internasional lainnya,” kata T Rayuan kepada Serambi kemarin.

Untuk diketahui, pada ISG 2017 di Baku - Azerbaijan ini, Indonesia mengirimkan 111 atlet, dan didampingi 69 oficial (pelatih, manager, perwakilan KOI), yang bertanding pada 13 cabang olahraga, bola basket, bolavoli, selam, renang, atletik, para atletik, senam, judo, menembak, karate, taekwondo, angkat besi, dan wushu.

Hingga tadi malam, kontingen Indonesia sudah meraih 51 medali terdiri atas 6 medali emas, 25 perak, dan 20 perunggu. Indonesia menempati urutan enam di daftar perolehan medali sementara. Urutan pertama ditempati oleh Turki, disusul Azerbaijan, Iran, Uzbekistan, dan Aljazair.

Rayuan Sukma menambahkan, keberhasilan Nurul ini mendapat perhatian dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Menurutnya, Nurul berpotensi untuk dipanggil dalam SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Apalagi, Nurul yang meraih medali emas PON XIX/2016 Jabar merupakan pemecah Rekornas dan Rekor PON XVIII 2012 Riau. “Kita harapkan Nurul bisa dipanggil oleh Satlak Prima atas prestasi yang diraihnya di Azerbaijan,” harapnya.

Atas keberhasilan kedua lifter Aceh ini, Rayuan Sukma menyatakan optimis target empat medali emas terhadap atlet PABBSI Aceh akan mampu tercapai dalam PON XX Tahun 2020 Papua. Nyatanya prestasi atlet PABBSI Aceh sudah sejajar dengan lifter-lifter kelas dunia. “Kita akan melakukan penyambutan khusus saat mereka pulang ke Aceh nanti setelah secara resmi kontingen Indonesia dibubarkan,” ujar Rayuan Sukma.(adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help