SerambiIndonesia/

Polisi Yakin Habib Rizieq Akan Penuhi Panggilan Setelah Visanya Habis

Kendati begitu, Argo mengaku tak tahu kapan visa Rizieq akan habis. Rizieq saat ini berada di Arab Saudi.

Polisi Yakin Habib Rizieq Akan Penuhi Panggilan Setelah Visanya Habis
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq (tengah) mengacungkan jempol kepada awak media saat menuju Mesjid Al-Aman untuk melaksanakan salat duhur di sela-sela pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). Pemeriksaan Rizieq berlangsung selama kurang lebih tujuh jam dari pukul 10.00 WIB hingga sore. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meyakini pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan kembali ke Indonesia untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Keterangan Rizieq dibutuhkan polisi terkait kasus percakapan via Whatsapp yang diduga melibatkan dirinya dengab Firza Husein. Firza sendiri dalam kasus tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya kalau (visa Rizieq) habis kan disuruh pulang. Ya kita tunggu saja," ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (19/5/2017).

Kendati begitu, Argo mengaku tak tahu kapan visa Rizieq akan habis. Rizieq saat ini berada di Arab Saudi.

"Kita tidak mengecek sampai ke situ. Yang penting kita komunikasi dengan lawyer-nya, untuk diminta segera pulang ke dalam negeri," ucap dia.

Argo menjelaskan, polisi tak bisa asal menjemput paksa Rizieq di Arab Saudi. Menurut dia, penyidik terbentur aturan di Arab Saudi.

"Tentunya gini perkara peraturan antara negara satu dan yang lain kan berbeda. Kita tunggu saja. Enggak mungkin lah polisi ujug-ujug langsung datang ke sana nangkap dia, urusannya itu," kata Argo.

"Kita harus hargai, pahami itu. Jangan kita punya asumsi lalu kita main tangkap sendiri," lanjut Argo.

Dalam kasus chat WhatsAp berkonten pornografi, Rizieq sudah dua kali mangkir panggilan pemeriksaan polisi.

Pada panggilan pertama 25 April 2017, Rizieq berdalih sedang melaksanakan ibadah umroh. Dari Arab Saudi, Rizieq sempat bertolak ke Yaman untuk mengunjungi anaknya yang melahirkan.

Ia kemudian juga ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk menyelesaikan studinya. Melalui tim advokasinya di Jakarta, Rizieq mengatakan ia tak berlari menghindari daftar panjang kasus hukumnya di berbagai daerah di Indonesia.

Rizieq menolak pulang ke Indonesia karena tak mau diperiksa dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi ini.

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help