SerambiIndonesia/

Terduga Pembunuh Lari dari Abdya

Seorang pria yang diduga ada kaitannya dengan terbunuhnya dua anak dan ibu mertua Mulyadi (46), Kepala

Terduga Pembunuh Lari dari Abdya
SEJUMLAH kerabat duduk bersama Kabid Pengairan PU dan Tata Ruang Abdya, Mulyadi, seusai tahlilan di rumahnya, kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kamis (18/5). 

* Polisi Periksa Lima Saksi

BLANGPIDIE - Seorang pria yang diduga ada kaitannya dengan terbunuhnya dua anak dan ibu mertua Mulyadi (46), Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (17/5) siang, tiba-tiba menghilang dari Abdya. Polisi kini mencari pria itu, namun belum ditemukan.

Sejauh ini belum dapat dipastikan bahwa pria yang mengaku bernama Edy itulah pelaku yang membunuh Habibi Askhar Balihar alias Abil (8) dan Fakhrurrazi alias Arul (12), putra Mulyadi, maupun mertuanya, Hj Wirnalis (62), di Desa Meudang Ara, Blangpidie, Rabu (17/5) siang. Namun, polisi mencurigainya sebagai pelaku karena beberapa indikasi.

Pertama, di sandalnya terdapat bercak darah. Kedua, ia membawa sebilah parang, obeng, dan dua buah kunci rumah. Juga membawa handphone merek Nokia. Ketiga, pria itu menunjukkan perilaku mencurigakan dan gugup saat bertemu warga desa pada dini hari. Keempat, ia hanya mengaku bernama Edy, tapi tak punya kartu tanda penduduk (KTP) untuk bisa meng-crosscheck nama lengkapnya. Kelima, ia kini menghilang dari rumah dan hp-nya tak lagi bisa dihubungi justru setelah dilepas polisi atas jaminan kakak kandungnya.

Kisah menghilangnya Edy dari rumahnya berawal dari kecurigaan sejumlah pemuda Krueng Batee, Abdya, terhadapnya karena gerak-geriknya mencurigakan saat bertemu sejumlah pemuda desa pada Selasa (16/5) dini hari. Apalagi di sandal yang ia pakai terdapat bercak darah.

“Saat diinterogasi warga, dia mengaku baru memotong ayam. Mendengar penjelasan itu, pemuda yang bertanya tambah ragu, sehingga dia diinterogasi lagi beberapa jam,” kata sumber Serambi di Kuala Batee kemarin.

Setelah diinterogasi warga, pemuda Edy pun diserahkan ke Polsek Kuala Batee. Ia sempat mengaku tinggal di salah satu desa dalam Kecamatan Babahrot, Abdya.

Setelah Edy diserahkan ke Polsek Kuala Batee, pihak polsek pun berkoordinasi dengan seluruh polsek di Abdya untuk menanyakan apakah di wilayah hukumnya ada peristiwa pembunuhan, penganiayaan, atau pencurian. Namun, semua polsek menjawab tak ada kejadian apa-apa pada malam itu.

Alhasil, karena tak ada alasan yang kuat untuk menahan Edy, polisi pun melepasnya pada Rabu (17/5) pukul 01.00 WIB. Apalagi kakaknya sudah membuat surat jaminan atas nama keluarga.

Nah, selang 12 jam Edy dilepas, tepatnya Rabu pukul 13.20 WIB, barulah terungkap ada kasus pembunuhan dengan tiga korban di Desa Meudang Ara, Blangpidie.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help