SerambiIndonesia/

20 Mobil Tertahan di Balohan

Sebanyak 20 unit mobil pribadi dan truk tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Jumat (19/5)

20 Mobil Tertahan di Balohan
Puluhan mobil antrean di Pelabuhan Balohan, Sabang.SERAMBI/AZHARI 

SABANG – Sebanyak 20 unit mobil pribadi dan truk tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Jumat (19/5) kemarin. Banyaknya mobil yang tertahan itu karena tingginya jumlah penumpang dan kenderaan yang menyeberang ke Banda Aceh pada menjelang akhir pekan.

Setelah dilanda cuaca buruk angin kencang disertai hujan lebat selama sepekan, mulai Jumat kemarin cuaca mulai membaik. Seiring dengan itu, jumlah penumpang dan kendaraan yang berangkat dari Sabang tujuan Banda Aceh, pada Jumat kemarin, tergolong banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Kasubag TU UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Agustiar yang mengatakan, bahwa jumlah penumpang yang menyeberang dari Sabang ke Banda Aceh meningkat.

Bahkan sekitar 30-an calon penumpang yang sudah masuk ke kapal cepat KM Express Bahari 8B yang berangkat trip pertama pukul 08.00 WIB terpaksa diturunkan kembali karena sudah melebihi kapasitas. “Sebagian dari penumpang itu beralih ke kapal lambat dan sebagian lainnya memilih berangkat sore,”katanya.

Banyaknya penumpang dan kenderaan yang menyeberang tersebut, selain menjelang akhir pekan, juga sehubungan dengan banyaknya siswa yang berlibur dengan guru dan keluarga ke Banda Aceh, setelah selesai ujian akhir.

Pada bagian lain Agustiar mengatakan, meski penumpang banyak, namun tidak ada yang tertunda keberangkatannya. Karena semuanya terangkut dengan kapal cepat yang berlayar tiga trip dan kapal lambat berlayar dua trip mengakut penumpang dan barang dari Sabang ke Banda Aceh, dan sebaliknya.

Hanya saja sebanyak 15 unit mobil pribadi plus 5 unit truk masih tertahan di Palabuhan Balohan, karena tidak terangkut. Sebagian mobil yang masih tertahan di Pelabuhan Balohan, adalah mobil milik wisatawan dari luar Aceh yang sudah parkir di pelabuhan sejak Kamis (18/5) malam.(az)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help