SerambiIndonesia/

Dua Rumah Warga Blangkejeren Dilempari Bom Molotov

Aksi percobaan pembakaran rumah dengan cara melempar bom molotov menimpa dua rumah warga

Dua Rumah Warga Blangkejeren Dilempari Bom Molotov
Polisi mengamankan 6 buah bom molotov yang diracik pelaku mengalami gangguan jiwa di Kutelintang Blangkejeren Galus, Jumat (19/5) 

* Pelaku Diduga Sakit Jiwa

BLANGKEJEREN - Aksi percobaan pembakaran rumah dengan cara melempar bom molotov menimpa dua rumah warga di Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, dalam waktu terpisah. Kedua peristiwa ini mengejutkan warga setempat, karena terjadi menjelang dan setelah dilaksanakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati/Wakil Bupati Galus, pada lima TPS di empat kecamatan, termasuk Blangkejeren.

Namun, hanya beberapa jam setelah kejadian kedua pada, Jumat (19/5), polisi berhasil menciduk pelakunya. Dari pemeriksaan awal, pelaku yang berinisial MRAH (40) warga Kutelintang, mengalami gangguan jiwa. Hingga kemarin, belum diketahui pasti motif yang bersangkutan melempar bom molotov dan mencoba membakar rumah warga sedesanya.

Informasi diperoleh Serambi dari petugas kepolisian menyebutkan, MRAH merakit sendiri bom molotov di rumahnya. Kemudian bom molotov itu dilemparkan ke rumah warga, di saat pemilik rumah sedang tertidur lelap.

Peritiwa pelemparan bom molotov pertama terjadi di depan rumah Said Muhktar (38) pada, 15 Mei 2017 lalu sekira pukul 03.30 WIB. Said Muhktar yang terjaga karena mendengar lemparan benda keras ke depan rumahnya, langsung ke luar dan mematikan api sebelum bom molotov itu sempat meledak.

Paginya, Said Muhktar melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan dua botol yang telah dirakit menjadi bom molotov. Botol itu diisi minyak tanah, belerang, karet ban yang telah dicincang, serta sekam kayu dan sumbu kompor.

Selang empat hari kemudian, tepatnya Jumat (19/5) insiden serupa kembali terjadi. Kali ini menimpa rumah milik Sidah Aman Laut, Jumat (19/5) sekira pukul 03.30 WIB. Bom ini juga belum sempat meledak karena cepat diketahui.

Polisi yang masih bekerja mengungkap insiden pertama bergerak semakin cepat untuk menuntaskan kasus tersebut. Setelah meminta keterangan beberapa warga, Jumat kemarin, polisi menciduk MRAH di rumahnya. “Warga menyebutkan ada salah satu warga yang membuat dan meracik alat peledak berupa bom molotov, lalu polisi menuju rumah pelaku dan mengamankannya,” kata Kapolres Galus, melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, kepada Serambi Jumat (19/5).

Iptu Eko Rendi mengatakan, dari rumah pelaku polisi mengamankan 6 buah bom molotov sejenis seperti yang ditemukan di kedua lokasi kejadian. Namun dari keterangan pihak keluarga dan warga setempat, pelaku MRAH selama ini mengalami gangguan jiwa. Pelaku juga sudah pernah direhab di RSJ Banda Aceh.

“Bom molotov yang diracik oleh pelaku berbahan minyak tanah, belerang, sumbu, serta bahan peledak lainnya. Bom molotov rakitan sangat berbahaya bila sempat meledak,” sebut Kasat Reskrim Polres Galus.

Ia mengatakan, pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut sempat diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Selanjutnya pelaku dikembalikan ke pihak keluarga dan dinas kesehatan berserta dinas sosial, untuk selanjutnya direhab kembali di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help