SerambiIndonesia/

Kakanwil Kemenag Resmikan 13 Meunasah di Pijay

Dana untuk pembangunan belasan unit sarana ibadah tersebut bersumber dari puluhan ribu donatur...

Kakanwil Kemenag Resmikan 13 Meunasah di Pijay
serambinews.com

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs H Muhammad Daud Pakeh atas nama Gubernur Aceh, Sabtu (20/5) meresmikan 13 unit meunasah di Pidie Jaya. Dari 13 meunasah yang dibangun itu, lima unit di antaranya sebelumnya hancur total, sementara delapan unit rusak sedang dan ringan.

Peresmian secara simbolis ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyuddin dan Wabup Pijay, H Said Mulyadi di Gampong Grong-Grong Kemukiman Beuracan Kecamatan Meureudu.

Ke 13 meunasah yang hancur akibat gempa dan kini rampung kembali dibangun ACT tersebar di sejumlah kecamatan. Meliputi Meureudu dua unit, Trienggadeng empat unit, Bandardua tiga unit, Bandarbaru dua unit dan Kecamatan Panteraja dan Ulim masing-masing satu unit.

Dana untuk pembangunan belasan unit sarana ibadah tersebut bersumber dari puluhan ribu donatur se- Indonesia.  Presiden ACT, dalam sambutannya antara lain mengatakan, total anggaran untuk merampungkan ke 13 sarana ibadah tersebut mencapai Rp 13,8 milyar.

Daud Pakeh dalam sambutannya mengatakan, dana yang bersumber dari pemerintah hingga saat ini belum bisa digunakan karena terikat dengan aturan. Sementara bangunan yang sedang dan sudah dilaksanakan selama ini adalah atas uluran tangan donatur, termasuk sejumlah sarana bidang keagamaan baik madrasah maupun sarana ibadah seperti halnya meunasah.

Wabup pijay mengatakan, untuk rehab rekon rumah warga yang roboh akibat gempa akan dilaksanakan usai ramadhan. Saat ini sedang dalam tahap penyiapan termasuk pembentukan kelompok masyarakat atau pokmas. Sementara untuk sarana ibadah, dari 34 unit yang hancur, sebagian atau sekitar 17 unit sudah rampung dan semuanya ditangani pihak ketiga seperti yang ditangani ACT.(*)

  

Editor: Eddy Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help