SerambiIndonesia/

Pembunuh Anak Pejabat Ditangkap

Pemuda bernama Edi Syahputra (27) yang diduga membunuh tiga warga Meudang Ara, Blangpidie, Kabupaten Abdya

Pembunuh Anak Pejabat Ditangkap
TIM kepolisian saat menangkap Edi Syahputra (27) di kediamannya, Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (18/5) malam. 

TAKENGON - Pemuda bernama Edi Syahputra (27) yang diduga membunuh tiga warga Meudang Ara, Blangpidie, Kabupaten Abdya ditangkap di Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (18/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menjelang Magrib kemarin, tersangka tiba di Mapolres Abdya.

Tersangka yang bernama lengkap Edi Syahputra (27) ditangkap di kediamannya di Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Kamis (18/5) sekira pukul 22.00 WIB.

Berita penangkapan itu dibenarkan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (19/5).

Menurut Boby, tersangka pembunuhan di Abdya itu ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Aceh Tengah di-backup tim Jatanras Polda Aceh. Setelah ditahan semalam di Polres Aceh Tengah, pada Jumat (19/5) pagi kemarin tersangka langsung dibawa ke Abdya oleh tim Jatanras Polda Aceh.

Terlacak dan ditangkapnya tersangka pembunuhan tersebut karena ciri-cirinya mengarah kepada sosok Edi Syaputra. Setelah memastikan keberadaanya, Satuan Reskrim Polres Aceh Tengah bersama Tim Jatanras Polda Aceh langsung bergerak ke sasaran.

Menjelang Magrib kemarin atau sekitar pukul 18.20 WIB, tersangka Edi Syahputra tiba di Mapolres Abdya dikawal sejumlah personel polisi yang menggunakan tiga unit minibus. Namun, untuk alasan keamanan dan pengembangan penyidikan, polisi melarang Serambi mengambil foto maupun video tersangka. “Besok ada konferensi pers, ambil foto dan video sesuka hati,” kata seorang perwira Polres Abdya.

Amatan Serambi, setelah turun dari mobil, Edi dengan kondisi kepala ditutup langsung digiring ke ruang Kanit Pidum Polres Abdya untuk pemeriksaan.

Seperti diberitakan, warga Abdya gempar setelah mengetahui terjadi pembunuhan yang merenggut tiga nyawa yaitu Habibi Askhar Balihar alias Abil (8) dan Fakhrurrazi alias Arul (12), putra dari Mulyadi (46), Kabid Pengairan Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Abdya. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan di rumah nenek mereka, Hj Wirnalis (62), di Desa Meudang Ara, Blangpidie, Rabu (17/5) sekitar pukul 13.20 WIB. Sang nenek yang tak lain adalah mertua Mulyadi juga ditemukan terkapar tak bernyawa tidak jauh dari jenazah kedua cucunya itu.

Sempat dipergoki
Menjelang tengah malam, Selasa (16/5), pemuda Krueng Batee, Abdya memergoki seorang pemuda yang mengaku bernama Edi namun tidak memiliki KTP.

Warga curiga karena di sandalnya terdapat bercak darah dan dia membawa sebilah parang, obeng, dan dua buah kunci rumah. Dia juga membawa handphone merek Nokia. Saat diinterogasi warga, pemuda itu mengaku baru memotong ayam.

Oleh masyarakat, pemuda bernama Edi itu pun diserahkan ke Polsek Kuala Batee. Kepada polisi ia mengaku tinggal di salah satu desa dalam Kecamatan Babahrot, Abdya.

Pada tengah malam itu juga pihak Polsek Kuala Batee berkoordinasi dengan seluruh polsek di Abdya menanyakan apakah ada peristiwa pembunuhan, penganiayaan, atau pencurian. Namun, semua polsek menjawab tak ada kejadian apa-apa pada malam itu.

Alhasil, karena tak ada alasan yang kuat untuk menahan Edi, polisi pun melepaskannya pada Rabu (17/5) pukul 01.00 WIB. Apalagi kakak kandungnya di Desa Meudang Ara, Blangpidie sudah membuat surat jaminan atas nama keluarga.

Nah, pada Rabu (17/5) siang sekitar pukul 13.20 WIB, terungkap ada kasus pembunuhan dengan tiga korban di Desa Meudang Ara, Blangpidie. Maka, warga dan polisi pun langsung menghubungkan peristiwa mengenaskan itu dengan sosok Edi yang dipergoki pada malam harinya. Namun ketika kasus pembunuhan itu terungkap, pemuda yang dicurigai itu sudah tidak ada lagi di Abdya termasuk ketika dicari ke rumah kakaknya. Statusnya pun menjadi buronan dan akhirnya ditangkap di Aceh Tengah.(my/c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help