SerambiIndonesia/

Pemkab Bangun 12 Rumah

Baitul Mal bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup

Pemkab Bangun 12 Rumah
SEBANYAK 18 unit rumah berkontruksi papan yang dihuni oleh 19 Kepala Keluarga (KK) serta satu unit usaha jok mobil, di Jalan Lingkar Bireuen, tepatnya di Dusun Lagang, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, ludes terbakar, Senin (15/5) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. 

* Untuk Korban Kebakaran di Geulanggang Teungoh

BIREUEN - Baitul Mal bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) Bireuen, membangun 12 unit rumah semi permanen untuk korban kebakaran di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Rumah itu dibangun di lokasi bekas kebakaran, yaitu di atas tanah wakaf.

Kepala Dinas PRKPLH Bireuen, Ir Yan Fitri kepada Serambi, Jumat (19/5) mengatakan, pengecoran pondasi rumah dan pemasangan kayu sudah dilakukan tiga hari lalu. Proses pembangunan rumah bantuan tersebut dilakukan secara swakelola, serta diawasi oleh petugas Dinas PRKPLH dan Baitul Mal.

Pembangunan rumah itu terus dipacu. Diharapkan rampung dan bisa ditempati sebelum masuk Ramadhan. Amatan Serambi, sejumlah pekerja melakukan tugasnya maisng-masing. Sejumlah truk hilir mudik mengangkut tanah timbun. Beberapa pekerja terlihat melakukan pengecoran. Beberapa warga lainnya terlihat membersihkan berbagai sampah di lokasi itu.

Sekretaris Baitul Mal Bireuen, Anwar SAg menyebutkan, rumah yang dibangun semi permanen ukuran 5x7 meter. Terdapat dua kamar tidur dan ada MCK. “Bentuknya seperti barak, tapi ada dinding tengah di tiap-tiap rumah,” kata Anwar.

Biaya pembangunannya, kata Anwar, diperkirakan antara Rp 15 juta sampai Rp 17 juta/unit. Pembangunannya dikerjakan secara swakelola, diawasi oleh petugas dinas terkait dan Baitul Mal. Untuk tahap pertama dibangun 12 unit. Setelah 12 unit itu selesai, akan dibangun tiga unit lainnya dalam bentuk yang sama, di tanah milik korban kebakaran tersebut.

Sementara dana untuk membangun rumah korban kebakaran tersebut bersumber zakat, infak, dan sedekah para PNS lingkungan Pemkab Bireuen, serta masyarakat umum maupun pihak swasta yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Bantul Mal.

Untuk diketahui, 18 unit rumah berkonstruksi kayu dan satu usaha jok mobil di Dusung Langgang, Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Bireuen, terbakar pada Senin (15/5). Akibat musibah itu, sebanyak 29 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa mengungsi ke tenda darurat.

Terkait kepemilikan rumah yang sedang dibangun tersebut, Keuchik Geulanggang Teungoh, M Husen SH kepada Serambi mengatakan, rumah itu dibangun di atas tanah wakaf yang dikelola panitia masjid. Status rumah itu nanti tetap milik masjid. Korban kebakaran akan menempati rumah tersebut seperti sebelumnya. Namun sistem sewanya belum ditentukan.

Persoalan itu akan dibahas kembali dengan panitia masjid. “Yang jelas, korban kebakaran tetap dibantu. Mungkin untuk tahun pertama, kedua, dan ketiga tidak dikutip uang sewa. Selanjutnya akan dirembukkan kembali dengan panitia masjid dan perangkat desa,” demikian M Husen.

Sementara itu, kemarin, jajaran Kodim 0111 Bireuen menyerahkan bantuan berupa sayur-sayuran dan bantuan lainnya. Bantuan diserahkan Ny Ira Adekson didampingi sejumlah anggota Kodim Bireuen dan diterima koordinator pengungsi Edwar Mahrudi.

Sedangkan belasan anggota Polwan Polres Bireuen bersama anggota lainnya, terus membantu ibu-ibu di lokasi pengungsian. Dinkes Bireuen juga mendirikan satu posko untuk membantu korban kebakaran. Dinkes menyiagakan petugas medis untuk memeriksa para pengungsi yang sakit.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help