SerambiIndonesia/

Polisi Tangkap Delapan Warga

Delapan warga yang diduga terlibat dalam tindak pidana illegal logging (penebangan liar) di kawasan hutan Gampong

Polisi Tangkap Delapan Warga
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Video Penangkapan Ilegal Logging 

* Diduga Lakukan Illegal Logging

IDI - Delapan warga yang diduga terlibat dalam tindak pidana illegal logging (penebangan liar) di kawasan hutan Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, diamankan Petugas Sat Reskrim Polres Aceh Timur, Selasa (9/5) sekitar pukul 12.30.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, melalui Kasat Reskrim, AKP P Harahap, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, Selasa (9/5) Tim Resmob Polres Aceh Timur yang dipimpin Kasat Reskrim, melakukan patroli ke kawasan hutan Gampong Seumanah Jaya.

Setiba di lokasi pada Selasa (9/5) sekitar pukul 12.30 WIB, tim Resmob berhasil mengamankan 7 orang yang sedang melakukan penebangan liar di kawasan hutan tersebut.

Mereka, jelas AKP P Harahap, melakukan penebangan liar menggunakan satu Buldozer merk Comatsu d70, satu mesin pemotong kayu jenis chainsaw, dan tiga truk tronton pengangkut kayu.

Ketujuh warga yang diamankan dari kawasan hutan yakni, Kha (35) warga Aceh Timur yang berperan sebagai koordinator lapangan, Muk (46) warga Aceh Timur sebagai operator chainsaw, Leg (45) warga Langkat (Sumut) sebagai operatot bulldozer, Jef (22) warga Serdang Begadai (Sumut) sebagai pembantu operator alat berat, serta Saf (31), Fai (32), dan Top (45) ketiganya warga Aceh Timur, sebagai supir truk.

“Saat kita periksa, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah terkait penebangan yang mereka lakukan tersebut. Mereka mengaku melakukan pekerjaan itu atas perintah pemodal berinisial IY (49), warga Aceh Timur,” ungkap AKP P Harahap.

Dari pengakuan ketujuh warga yang diamankan dari kawasan hutan itu, jelas AKP P Harahap, pihaknya kemudian juga mengamankan pemodal penebangan liar tersebut berinisial IY.

“Saat ini kedelapan terduga pelaku illegal logging itun sudah kita tahan di Mapolres Aceh Timur untuk proses hukum lebih lanjut. Sebab, kegiatan itu meraka lakukan tanpa dilengkapi izin yang sah. Pekerjaan mereka hanya untuk mendapat keuntungan bagi pribadi,” ungkap P Harahap.

Selain delapan terduga, tambah P Harahap, pihaknya juga mengamankan barang bukti yang terdiri atas satu jenis Buldozer merk Comatsu d70 warna abu-abu, satu chainsaw, tiga truk tronton pengangkut kayu, dan berbagai jenis kayu dalam bentuk gelondongan.

“Tapi, semua barang bukti itu masih berada di lokasi. Sebab, belum bisa dibawa ke Malpolres karena jalan menuju lokasi tersebut sangat sulit dilalui,” ungkap AKP P Harahap.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help