SerambiIndonesia/

Prof Farid Wajdi: Pengangguran di Aceh Sudah Parah

"Alasan tidak dibayar mahal itu alasan dirinya sendiri (dari penganggur). Terhadap orang ini harus...

Prof Farid Wajdi: Pengangguran di Aceh Sudah Parah
SERAMBINEWS.COM
Farid Wajdi Ibrahim 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA mengatakan bahwa tingkat pengangguran di Aceh sudah masuk katagori parah. Di sisi lain banyak orang non Aceh malah mendapat pekerjaan di Aceh.

"Penyebab pengangguran adalah semangat dari pengangguran. Padahal banyak potensi alam kita yang belum tersentuh," katanya saat menjadi pemateri dalam acara bedah buku 'Pemuda, Pengangguran, dan Life Skill' di Gedung Pemuda, Banda Aceh, Sabtu (20/5).

Kegiatan itu juga menghadirkan Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Prof Dr Nasir Azis SE MBA dan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. Acara bedah buku tersebut dipandu oleh Bukhari M Ali dan diikuti oleh pengurus organisasi kepemudaan. Buku itu ditulis oleh Hasan Basri M Nur dan Ahmad Zaki Husaini.

Menurut Farid, banyak lahan pekerjaan yang ada saat ini di Aceh dikerjakan oleh orang non Aceh. "Contoh paling kecil, kerja bangunan itu sampai 60 persen non Aceh. Beberapa rombongan kami lihat hampir semua orang non Aceh bekerja, orang gali-gali kabel juga," ujarnya.

Karena itu, dibutuhkan motivator untuk membangkitkan semangat kerja pemuda di Aceh. Saat ini, baru Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh yang sudah nyata membantu pemuda Aceh membuka peluang kerja melalui pelatihan life skill. Terbukti, sekitar 300-400 pemuda saat ini sudah mandiri.

"Alasan tidak dibayar mahal itu alasan dirinya sendiri (dari penganggur). Terhadap orang ini harus diberi motivator. Kiprah KNPI saat ini sudah bagus, tapi bagaimana lembaga lain juga melakukannya. Semua harus berpikir karena pengangguran kita sudah parah," katanya.

Sementara Ketua DPD I KNPI Aceh, Jamaluddin M Jamil menyampaikan, selama tiga tahun terakhir (2013-2016) pihaknya sudah mencoba membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Ia miris dengan kondisi Aceh karena masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di tengah melimpahnya dana.

Ia mengungkapkan, selama ini KNPI Aceh telah melatih 4.780 pemuda Aceh selama 3 tahun dengan dana Rp 3 miliar. "Itu artinya satu pemuda tidak sampai satu juta. KNPI dengan uang Rp 3 miliar bisa memproduksi 300-400 pemuda mandiri. Saat musda nanti saya akan tunjukkan orangnya," ungkapnya.

Jamaluddin menyarankan kepada Pemerintah Aceh agar dalam merealisasi program kemasyarakatan harus terfokus pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan. "Jika ke depan pemerintah hanya fokus dalam mengurangi kemiskinan, selama 5 tahun selesai persoalan ini. Jangan pikir lain, insfrastruktur sangat baik selama ini," tegasnya.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Eddy Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help