SerambiIndonesia/

7 Jiwa Bertahan di Pengungsian

Sebanyak 102 dari 109 jiwa korban kebakaran di Dusun Lagang, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen

7 Jiwa Bertahan di Pengungsian
SEBANYAK 18 unit rumah berkontruksi papan yang dihuni oleh 19 Kepala Keluarga (KK) serta satu unit usaha jok mobil, di Jalan Lingkar Bireuen, tepatnya di Dusun Lagang, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, ludes terbakar, Senin (15/5) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. 

* Dapur Umum Korban Kebakaran Geulanggang Teungoh Ditutup
* 102 Jiwa Pulang ke Rumah Saudara

BIREUEN - Sebanyak 102 dari 109 jiwa korban kebakaran di Dusun Lagang, Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Jumat (26/5), pulang ke rumah-rumah saudaranya karena dapur umum untuk korban kebakaran ditutup. Hanya tujuh jiwa (2 kepala keluarga) yang bertahan di lokasi pengungsian yang berada di meunasah desa itu.

Para pengungsi tersebut pulang ke rumah sanak saudaranya, karena selama bulan Ramadhan, dapur umum yang dibuka di posko pengungsian ditutup. Sementara makanan untuk tujuh jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian, akan ditanggulangi dengan menu sahur dan berbuka puasa yang disediakan di meunasah setempat.

Keuchik Geulanggang Teungoh, M Husen mengatakan, untuk kenyamanan masyarakat dan korban kebakaran dalam melaksanakan ibadah puasa, dapur umum di posko pengungsian ditutup. Namun seluruh korban kebakaran yang pulang ke rumah saudaranya, diberikan berbagai jenis kebutuhan pokok untuk mereka bawa pulang.

“Karena rumah mereka belum rampung dibangun oleh Pemkab Bireuen, sebanyak 102 jiwa korban kebakaran terpaksa pulang ke rumah sanak-saudaranya yang ada di desa ini muapun desa lainnya. Mereka tetap diberikan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka selama puasa,” kata M Husen.

Sedangkan tujuh jiwa bertahan di meunasah karena mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki sanak-saudaranya yang terdekat. Kepada mereka juga diberikan bantuan.”Tujuh korban kebakaran yangbertahan di meunasah, akan disediakan makanan berbuka puasa dan sahur,” kata Husen.

Para korban kebakaran sangat berharap Pemkab Bireuen dapat segera merampungkan rumah baru untuk mereka. “Kami sangat mengharapkan rumah itu cepat siap, agar kami bisa pulang ke rumah dan lebih nyaman melaksanakan ibadah puasa. Kami tidak nyaman mengungsi di tenda atau di meunasah,” ujar Khatijah, korban yang bertahan di pengungsian.

Posko Tetap Buka
Keuchik Geulanggang Teungoh M Husen didampingi Koordinator Pengungsi Edwar Mahrudi menambahkan, meskipun para korban kebakaran sudah pulang ke rumah-rumah saudaranya, namun posko tanggap darurat di meunasah desa tersebut masih tetap dibuka.

“Posko tetap kami buka selama Ramadhan atau sampai rumah korban kebakaran rampung dikerjakan. Masyarakat yang ingin menyumbang, silakan datang ke posko pengungsian di kompleks meunasah, karena korban kebakaran masih membutuhkan bantuan,” kata Husen.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help