SerambiIndonesia/

Kanji Rumbi, Primadona di Bulan Suci

SEKILAS tampilannya mirip dengan bubur ayam, memiliki tekstur lembut dan sama-sama diolah dari beras

Kanji Rumbi, Primadona di Bulan Suci
Bang Agam, mempersiapkan kanji rumbi untuk dibagikan kepada warga di Masjid Alfurqan, Beurawe, Banda Aceh, Minggu (28/5). SERAMBI/ SUBUR DANI 

SEKILAS tampilannya mirip dengan bubur ayam, memiliki tekstur lembut dan sama-sama diolah dari beras. Bedanya, kalau bubur ayam mudah kita dapatkan, karena banyak yang menjual setiap harinya. Sementara kanji rumbi, boleh dibilang jarang dijajakan di hari-hari biasa, kecuali di tempat-tempat tertentu. Tapi, setiap Ramadhan tiba, kanji rumbi ada di mana-mana.

Yaps, kanji rumbi namanya, bubur khas Aceh yang diramu dengan rempah-rempah, memiliki rasa cukup nikmat dan penuh khasiat. Bagi masyarakat Aceh, sajian makanan ini sangat tidak asing. Ia menjadi primadona di bulan suci. Tak sedikit warga yang memburunya, rasanya pas dengan cita rasa masyarakat Aceh yang menyukai bahan makanan yang diracik dari rempah-rempah.

Tatkala Ramadhan tiba, kanji rumbi cukup mudah didapatkan, ada yang dijual ada pula yang gratis. Nah, yang gratis, adanya di masjid atau meunasah-meunasah. Hampir setiap masjid atau meunasah di Aceh, pada bulan Ramadhan menyediakan kanji untuk masyarakat yang berbuka puasa.

Umumnya, kanji dimasak dalam wajan besar oleh satu hingga dua orang yang ditugaskan oleh panitia masjid atau meunasah. Biasanya, dibentuk panitia khusus untuk memasak kanji selama 30 hari dalam bulan Ramadhan. Biaya untuk kebutuhan kanji, seperti beras, bumbu, dan sebagainya ditanggung oleh masjid atau meunasah.

Namun, ada pula masyarakat yang menyumbangnya dengan sukarela, mengumpulkan uang atau bahan-bahan untuk kebutuhan memasak kanji rumbi. Jelang berbuka, masyarakat datang ke meunasah mengambil kanji dengan mangkuk, lalu membawa pulang ke rumah, selebihnya untuk sajian buka puasa bersama di masjid atau di meunasah tersebut.

Di Banda Aceh, beberapa masjid masih menyediakan kanji untuk masyarakat berbuka puasa, salah satunya di Masjid Alfurqan Beurawe. Di sana, saban hari dalam bulan Ramadhan, panitia memasak kanji dalam dua wajan besar. Menjelang Ashar, warga datang beramai-ramai mengambil kanji yang sudah dimasak.

Minggu (28/5) kemarin, Serambi melihat langsung proses pembuatannya di masjid tersebut. Budi Dharma atau yang akrab disapa Bang Agam, sang koki kanji yang saban tahun dipercayakan untuk meracik kanji di Masjid Alfurqan, Beurawe. Ditemani dua rekannya, Bang Agam terus mengaduk-aduk dua wajan yang berisikan kanji rumbi.

“Ini sudah hampir masak, sebentar lagi siap kita bagikan,” kata Bang Agam, saat Serambi menyambangi dapur tempat ia meracik makanan khas Aceh tersebut.

Bang Agam mengatakan, setiap hari ia mulai memasak setelah shalat Zuhur, sedangkan bumbu-bumbu sudah dipersiapkan sejak pagi. Secara singkat, Bang Agam menjelaskan komposisi kanji yang ia masak. Untuk dua wajan, ia memasak beras sekitar empat bambu (are/sukatan orang Aceh), beras itu dimasak hingga menjadi bubur. Setelah itu, Bang Agam memasukkan bumbu dan beragam bahan lainnya. Ada pun komposisi dasar antara lain, beras, wortel, daun sop, daging, dan bumbu khusus yang diracik dari lada, lengkuas, dan bahan lainnya.

Untuk menambah cita rasa, Bang Agam tak jarang memasukkan daging atau udang yang telah dipotong kecil-kecil. Semua bahan yang dimasukkan itu diaduk hingga rata dan masak. Bumbu khas yang dipersiapkan Bang Agam, menimbulkan aroma rempah-rempah yang cukup terasa. “Semua bumbu kita buat sendiri. Bumbunya kita buat khusus,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Kegiatan Ramadhan Masjid Alfurqan Beurawe, Badrun Nafis mengatakan, kanji rumbi di Masjid Beurawe awalnya dipersiapkan untuk warga yang berbuka puasa di masjid. “Melihat banyaknya peminat kanji, lalu kita masak dua wajan, satu untuk orang berbuka, satu lagi untuk warga. Ini sumbangan dari warga juga, ada yang menyumbang uang ada juga yang menyumbang bahan-bahan,” demikian Badrun Nafis.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help