SerambiIndonesia/

Berburu Kudapan Khas Berbuka Puasa

TAKJIL atau penganan berbuka puasa menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjalankan ibadah puasa

Berburu Kudapan Khas Berbuka Puasa
Penjual memasak mie caluk untuk penganan berbuka puasa di kawasan Jalan Tgk Pulo Dibaro, Kampong Baro, Banda Aceh, Selasa (30/5). Mie caluk dikenal luas oleh masyarakat Aceh yang berasal dari Grong-grong, Kabupaten Pidie dan menjadi menu favorit dalam bulan Ramadhan. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

TAKJIL atau penganan berbuka puasa menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjalankan ibadah puasa. Takjil telah lama menjadi peneman acara berbuka umat muslim. Dari Aceh, tersebutlah beberapa kudapan khas yang ramai menyemarakkan bulan suci. Menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang dan tentu saja ditunggu-tunggu penikmatnya.

Dari jantung Kota Banda Aceh, kawasan Blang Padang, mi caluk Bang Baka adalah primadona. Mi dengan varian olahan berupa mi goreng, mi lidi, bihun, mie tiaw diguyur kuah kacang yang dibungkus terpisah. Dijual sesuai permintaan mulai harga Rp 5 ribu per bungkus. Dalam sehari, mi caluk yang sudah ada sejak tahun 1984 ini bisa menghabiskan hingga 100 Kg mi tepung. Tak heran, racikan aneka bumbu dan rempah serta cara pengolahan langsung di tempat benar-benar mengajak goyang lidah.

“Mi caluk Sigli khas karena bumbu dan cara pengolahannya,” ujar Bang Baka, sapaan akrab pria asal Lamlo, Pidie pemilik mi caluk yang legendaris itu.

Selain mi caluk, di kawasan Blang Padang, Anda juga dengan mudah menemukan aneka minuman pelepas dahaga. Sebut saja air tebu yang diperas langsung menggunakan mesin khusus. Tersedia juga kelapa muda langsung dari batoknya. Bisa juga membawa pulang kelapa muda yang sudah diserut dan diguyur sirup. Kesegaran khas buah tropis itu telah lama menjadi favorit untuk berbuka.

Beranjak ke Kawasan Peunayong yang dikenal sebagai kawasan Pecinan, anda bisa menemukan leumang yang merupakan penganan khas berbuka. Leumang yang terbuat dari ketan tersebut menggunakan buluh bambu khusus sebagai cetakan. Dicampur dengan santan dan beberapa pelengkap lainnya untuk kemudian dibakar di perapian.

Hadir dengan varian ketan hitam dan ketan putih, lengkap dengan selai sebagai cocolan. Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, anda sudah bisa membawa pulang tiga potong leumang. “Leumang itu penganan berbuka khas Aceh dan dipercaya punya khasiat kesehatan,” terang Mira.

Perempuan campuran Sunda-Jawa ini mengaku bisa membuat leumang sejak menikah dengan suaminya, Mustafa yang asli Aceh. Dalam sehari, pasangan ini membuat sekitar 15 bambu leumang. Diolah sejak pagi di kediaman mereka di Blower dan dijajakan mulai pukul 16.00 WIB di kawasan Peunayong. Di sini penyuka tape beras juga bisa mendapatkan kudapan kesukaannya.

Itulah sederetan kudapan berbuka khas Bulan Ramadhan yang layak anda coba. Lokasi yang terbilang strategis dengan kekayaan kulinernya bisa menjadi pilihan anda untuk berburu takjil. Menjaga warisan khazanah kuliner sekaligus memanjakan lidah saat berbuka puasa. (nurul hayati).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help