Instruktur Alquran Braille Hanya Diupah Rp 300 Ribu

Selama ini DPD Pertuni Sumut beroperasi dengan mengandalkan donasi per-orangan. Sementara

Instruktur Alquran Braille Hanya Diupah Rp 300 Ribu
SERAMBINEWS.COM/RAHMADWIGUNA
Aktivitas pengajian Alquran braille di Sekretariat DPD Pertuni Sumut, Kamis (1/6/2017). 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Aktivitas pengajian Alquran Breille yang digagas DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara diwarnai berbagai keterbatasan.
"Yang pasti dana. Itu kendala terbesar," kata Bendahara DPD Pertuni Sumut Edi Syahputra, Kamis (1/6/2017).

Dijelaskannya, selama ini mereka hanya mampu memberi honor kepada masing-masing instruktur Rp 75 ribu per pekan atau Rp 300 ribu bila instruktur tersebut mengajar sebulan penuh. Disadarinya nilai itu sangat tidak layak karena ilmu Alquran sangat penting bagi manusia.

"Hudallinnas. Kita mengajarkan tentang petunjuk hidup bagi manusia," terangnya.

Ketua DPD Pertuni Sumut Syaiful Bakti Daulay menimpali, keterbatasan dana ini juga menyebabkan mereka hanya mampu menyubisidi transportasi peserta pengajian Rp 20 ribu.

Padahal ongkos yang dikeluarkan peserta berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.

"Karena keterbatasan fisik, hampir seluruhnya datang naik becak. Ongkos becak bisa sampai Rp 50 ribu pulang pergi," terang Syaiful.

Selama ini DPD Pertuni Sumut beroperasi dengan mengandalkan donasi per-orangan. Sementara dari pemerintah sama sekali tidak ada.

"Kalau ditanya pemerintah, sampai sekarang kami sama sekali tidak pernah menerimanya," tukas Syaiful. 

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help