Tanaman Padi Mati Terendam Air Pasang di Tangan-Tangan

Peristiwa air pasang yang terjadi satu pekan terakhir merupakan dampak dari tertimbun mulut Kuala Tangan-Tangan dengan pasir yang dihempas ombak besar

Tanaman Padi Mati Terendam Air Pasang di Tangan-Tangan
IST
Alat berat jenis loder dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, menggali mulut Kuala Tangan-Tangan yang tertimbun pasir, Rabu (31/5/2017) sore. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan hektare areal tanaman padi baru tanam, termasuk benih yang masih disemai terendam air pasang di kawasan Desa Padang Kawa, Blang Padang, termasuk Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Peristiwa air pasang yang terjadi satu pekan terakhir merupakan dampak dari tertimbun mulut Kuala Tangan-Tangan dengan pasir yang dihempas ombak besar.

Sebagian dari puluhan ha tanaman padi yang baru tanam itu mati karena terendam.

Zakaria Pawang dan Rawi, dua petani Desa Padang Kawa ketika ditemui Serambinews.com di lokasi, Kamis (1/6/2017) menjelaskan, tanaman padi mati akibat terendam air pasang sangat kewalahan petani, karena harus menanam kembali atau menyemai benih baru mencari bibit pengganti.

Zakaria Pawang menyebutkan mulut Kuala Tangan-Tangan yang tersumbat sudah digali dengan alat berat jenis beko yang dikerahkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Rabu (31/5/2017) sore.

Seteleh air pasang surut, areal tanaman padi dan benih yang terendam selama lima sampai tujuh hari terakhir sebagian mati, ditandai dengan batang bawah tanaman padi kelihatan menghitam.

Petani lain, Rawi menjelaskan, areal tanaman padi dan benih di kawasan Pasi Desa Padang Kawa yang mati milik tidak kurang 20 petani setelah terendam air pasang selama sepekan.

Seperti tanaman padi milik Imum Zakaria, Bakar, Nazir dan Keujruen M Ali. Sedangkan areal benih yang belum dicabut juga mati terendam air pasang antara lain milik Zakaria Pawang, Hasan, Rawi dan Racip.

Disebutkan peristiwa yang sama juga dialami sejumlah petani Desa/Gampong Blang Padang, terutama kawasan pasi disebabkan terendam air pasang sebagai dampak tersumbat mulut Kuala Tangan-Tangan.

Air pasang kerap terjadi itu juga merendam areal padi baru tanam di beberapa titik Desa Drien Jalo atau areal sawah kawasan perbatasan dengan Desa Padang Kawa.

“Kami minta pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, membantu anggaran kepada petani untuk membeli bibit siap tanam dari desa lain,” kata Zakaria Pawang.

Harapan agar pemerintah segera menyalurkan bantuan anggaran untuk pengadaan benih siap tanam juga disampaikan Hasan yang mengaku binih yang belum dicabut kelihatan mulai hitam sebagian akibat terendam pasang.

Sementara Kepala BPBK Abdya, Amiruddin dihubungi Serambinews.com menjelaskan, mulut Kuala Tangan-Tangan yang tersumbat sudah dikorek dengan alat berat, jenis beko loder yang ditunkan ke lokasi, Rabu (31/5/2017) sore.

Alat berat diturunkan ke lokasi setelah Kepala BPBK Abdya itu menerima laporan dari Camat Tangan-Tangan pada Selasa malam, bahwa puluhan hektar areal tanaman padi, termasuk benih terendam air pasang selama lima hari sampai satu pekan terakhir akibat mulut Kuala Tangan-Tangan tersumbat atau tertimbun pasir. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help