Ramadhan Mubarak

Momentum Meningkatkan Kepedulian

ALHAMDULILLAH, Allah Swt masih memberikan umur kepada kita, sehingga keberkahan dan keindahan Ramadhan

Momentum Meningkatkan Kepedulian
Drs H Daud Pakeh 

Oleh Drs. H. M. Daud Pakeh Kakanwil Kemenag Aceh

ALHAMDULILLAH, Allah Swt masih memberikan umur kepada kita, sehingga keberkahan dan keindahan Ramadhan masih dapat kita rasakan, semoga puasa yang Allah wajibkan di dalamnya dapat kita laksanakan dengan sempurna.

Jika direnungi, Ramadhan adalah bukti cinta Allah kepada Nabi Muhammad dan umatnya, ini disebutkan oleh Baginda Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al Bazzar dan Al Baihaqi dari Jabir, Rasulullah bersabda, “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelum aku, yaitu; Permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Siapa yang dilihat (dirahmati) Allah niscaya ia tidak akan diazab selama-lamanya. Bau mulut mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi. Malaikat akan memohon ampun sepanjang hari, Allah menyuruh surga supaya bersiap-siap dengan berkata kepadanya: ‘Bersiaplah kamu dan berhiaslah untuk hamba-Ku, mereka hampir datang untuk beristirahat dari kepayahan dunia menuju rumah-Ku dan kemulian-Ku’, pada akhir malam Ramadhan Allah mengampuni dosa mereka.”

Hadis tersebut adalah bukti kasih sayang Allah kepada kita umat Muhammad, Allah berikan kesempatan gandaan amal kebaikan dalam Ramadhan. Oleh sebab itu, meraih cinta Ilahi adalah sebuah keniscayaan dengan meningkatkan kepedulian kita, baik yang berkaitan dengan hablum minallah dan hablum minannas. Selama ini, kita hanya terpaku dan fokus untuk mencari kehidupan dunia yang nyaman dan enak, sehingga sering kali mengabaikan masa depan abadi, yaitu mati enak dan menyenangkan (husnul khatimah).

Ramadhan dengan perintah berpuasa di dalamnya adalah kesempatan emas untuk meningkatkan amal kebajikan, agar lebih mendekatkan diri kepada Allah, apalagi anjuran berpuasa sebagai jalan untuk memperoleh gelar takwa (QS. Al-Baqarah: 183). Semoga dengan bertakwa, kita akan bahagia ketika maut menjemput.

Manusia takwa, bukanlah mereka yang tinggi jabatannya, bukan yang melimpah hartanya, bukan pula yang kekar badannya, manusia takwa adalah yang selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Memperbanyak amal kebaikan dalam Ramadhan sebagai manivestasi dan komitmen dalam melaksanakan segala perintah Allah. Manusia takwa akan benar-benar peduli dengan kualitas dan kuantitas amalnya, apalagi dengan Ramadhan yang Allah janjikan gadaan pahala dan balasan bagi yang berbuat kebaikan.

Tidak hanya itu, hikmah lain yang perlu dipetik dalam Ramadhan dan puasa adalah meningkatkan kepedulian sosial, menigkatkan kepekaan dan perhatian bagi sesama muslim. Menahan diri dari makan dan minum yang menjadi satu rukun puasa adalah satu cara untuk merasakan betapa tidak enaknya lapar dan dahaga, walaupun hanya dalam waktu 13 jam saja.

Namun, kita dapat merasakan betapa beratnya didera rasa lapar dan dahaga, betapa keluh-kesahnya kita. Lalu, bagaimana dengan saudara kita yang merasakan lapar dan dahaga dalam jangka waktu yang tidak terbatas, sepanjang hari dan malam ia lapar, bahkan ada yang kehilangan nyawa sebab lapar dan dahaga?

Menumbuhkan kepedulian sosial adalah wujud nyata sebagai bukti kesuksesan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kita hidup dalam kemewahan, sementara tetangga kita hidup dalam kemelaratan. Kita mungkin sanggup berangkat umrah setahun tiga kali, tetapi saudara kita untuk makan tiga kali sehari saja susah. Rasulullah menjelaskan bahwa satu ciri mukmin adalah peduli dengan saudaranya, “Tidak dianggap orang beriman apabila seseorang tidur dalam kekenyangan, sementara para tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. Bukhari).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved