SerambiIndonesia/
Home »

Bisnis

» Makro

Penukaran Uang di Halaman Barata

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menetapkan pusat pelayanan penukaran uang pecahan besar dan kecil

Penukaran Uang di Halaman Barata
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Warga Simeulue menukarkan uang baru di mobil milik Bank Indonesia (BI), Kamis (27/4/2017), di kawasan Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang. 

* 5-22 Juni

BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menetapkan pusat pelayanan penukaran uang pecahan besar dan kecil di halaman Barata Plaza, Banda Aceh setiap Senin-Kamis mulai Senin (5/6) hingga Kamis (22/6) pukul 9.00-12.00 WIB. Dalam melayani penukaran uang ini BI menggandeng lima perbankan, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Aceh Syariah, dan Bank Muamalat.

Informasi ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Ahmad Farid dalam siaran pers yang diterima Serambi, Jumat (2/6). “BI sudah menyiapkan uang layak edar dengan jumlah yang cukup, terdiri atas uang pecahan besar yaitu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, serta uang pecahan kecil yaitu mulai pecahan Rp 20 ribu sampai pecahan Rp 100,” sebutnya.

Ahmad Farid menambahkan layanan penukaran uang bersama oleh BI dan perbankan di Aceh pada bulan Ramadhan ini merupakan hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Sebelumnya pada 2016, di Banda Aceh, penukaran uang juga dilaksanakan di lokasi yang sama.

Selain pelayanan di halaman Barata Plaza, ia menambahkan selama ini BI juga melayani penukaran uang rupiah di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, setiap Senin dan Rabu mulai pukul 9.00-11.30 WIB. Sementara setiap Kamis, BI melayani penukaran uang lusuh, uang rusak dan uang logam juga mulai pukul 9.00-11.30 WIB.

“Pelayanan tersebut tetap diberikan selama bulan Ramadhan sampai Idul Fitri 1438 H, meskipun BI dan perbankan membuka layanan di halaman Barata Plaza. Tidak hanya di BI, masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang di kantor-kantor perbankan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” kata Ahmad Farid.

Pihaknya juga mengimbau agar perbankan dapat memberikan layanan penukaran yang optimal kepada masyarakat, khususnya untuk pemenuhan uang pecahan kecil. Terkait ketersediaan uang, menurutnya stok uang di BI mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Semoga pelayanan optimal yang dilakukan oleh BI dan Perbankan Aceh ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan terhadap uang rupiah, baik dalam hal pecahannya, jumlah, serta dengan kondisi yang layak edar. Masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan adanya uang palsu dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, atau 3D,” imbuhnya.

Berdasarkan data 2016, sambungnya, jumlah penukaran uang oleh masyarakat yang dilakukan di halaman Barata Plaza selama 12 hari mencapai Rp 16 milyar. Apabila data tersebut digabungkan dengan jumlah penukaran uang yang dilayani di Kantor Perwakilan BI Aceh selama bulan ramadhan dan Idul Fitri 1437 H, totalnya mencapai Rp 17,5 milyar. Angka ini meningkat 30 persen apabila dibandingkan pada 2015 yang sebesar Rp 13,5 milyar. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help