Salam

Persekusi Harus Segera Dihentikan

Persekusi adalah fenomena yang sedang menghebohkan sekaligus memprihatinkan masyarakat tanah air

Persekusi Harus Segera Dihentikan
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Pemeras Lewat Medsos Ditangkap 

Persekusi adalah fenomena yang sedang menghebohkan sekaligus memprihatinkan masyarakat tanah air. Persekusi merupakan tindakan memburu orang atau golongan tertentu yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang, secara sistematis atau luas. Sampai pekan ini, setidaknya ada 60 orang yang telah menjadi korban Persekusi hanya karena berbeda pendapat di media sosial (medsos). Korban-korban kebanyakan diteror, diintimidasi, bahkan ada yang disakiti.

“Kami betul-betul merasa harus ada upaya mewaspadai persekusi,” kata Koordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet), Damar Juniarto, di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

Menurut pengamatan Safanet, terdapat dua elemen persekusi. Pertama, tindakan yang tidak manusiawi itu dilakukan untuk menimbulkan penderitaan baik fisik maupun psikis. Kedua, tindakan tersebut harus dilakukan sebagai sebuah serangan yang sistematis atau meluas.

Selanjutnya, empat tahapan persekusi yakni penentuan target, ajakan berburu, mobilisasi massa, dan pemidanaan. “Jadi pertama itu didata, lalu ada instruksi massal untuk berburu, kemudian masuk tahap tiga perburuan dan penyergapan bentuknya penggerebekan dengan memaksa korban minta maaf, tahap berikut itu target dibawa ke polisi langsung diminta penahanan,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum YLBHI Asfinawati dan Koordinator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Astari Yanuarti juga menyatakan sikap prihatin. “Peristiwa persekusi ini ada niat. Kalau kita lihat web-web itu, ada tulisan perburuan,” kata Asfinawati.

Asfinawati menyatakan, sekelompok orang belakangan ini seakan berperan sebagai pihak penyidik, penuntut dan pengadil. “Ini bahaya. Kalau dibiarkan, maka negara akan lumpuh dan kalah. Kami menuntut negara untuk menyelidiki lebih dalam siapa aktor mesin perancang persekusi,” tegasnya.

Fenomena memprihatinkan itu memang sudah meluas. Dan, polisi yang selama ini oleh sebagian orang dianggap membiarkan, sejak dua hari lalu sudah bersikap. Polisi menyatakan bakal mengusut tuntas kasus persekusi atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang ini.

Dua pelaku Persekusi terhadap seorang remaja 15 tahun di Jakarta Timur, sudah ditangkap setelah orang tua korban melapor ke polisi. “Saya minta kepada masyarakat untuk jangan coba-coba melakukan hal-hal yang dilakukan kelompok tertentu ini. Dan, janji saya akan tindak tegas,” kata petinggi kepolisian.

Bukan hanya menindak tegas, tapi juga perlu hukuman berat. Sebab, tindakan semacam itu sekaligus merupakan ancaman bagi demokrasi. “Sekelompok orang mengambil alih negara untuk menetapkan seseorang bersalah dan melakukan penghukuman tanpa melalui proses yang berlaku,” kata aktivis demokrasi.

Makanya, banyak kalangan meminta Komnas HAM dan kepolisian melakukan investigasi serius atas tindakan persekusi. Negara harus aktif menghentikan tindakan sewenang-wenang individu atau kelompok yang melancarkan tuduhan sepihak.

Masyarakat luas juga diminta menahan diri agar tidak melakukan siaran kebencian. Dalam sejarahnya, ujaran kebencian bisa menjadi awal perpecahan bangsa. Nah?!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved