Warga Miskin Bayar Biaya Obat

Halimah (55), warga miskin Desa Lawe Loning Hakhapen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara) harus

Warga Miskin Bayar Biaya Obat
Kondisi pelayanan pasien di Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Labuhan Haji. Sebagianterpaksa tidur dilantai karena kurangnya fasilitas ranjang. Jika ingin nyaman, mau tak mau keluarga pasien harus membawa sertakan tikar dan kasur ke ruangan tempat pasien menginap. 

* Jaringan Internet Terganggu

KUTACANE - Halimah (55), warga miskin Desa Lawe Loning Hakhapen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara) harus membayar biaya obat saat ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sahudin Kutacane, Sabtu (3/6). KK yang seharusnya bisa menjadi bahan untuk mendaftar ke BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan, karena jaringan internet tidak bisa diakses.

Awalnya, pasien ini harus menggadaikan tanah kebun untuk membayar biaya pengobatan di Puskesmas Lawe Sigala-gala, karena tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan. Ramlan, anak pasien Halimah, Sabtu (3/6) mengatakan ibunya sudah lemah, karena batuk terus menderanya selama bertahun=tahun dan harus dibawa ke Puskesmas dengan mobil pikap.

Dia menjelaskan ibunya diperiksa oleh dokter Edi Rangkuti dibantu perawat Puskesmas, tetapi karena kondisi parah, maka dirujuk ke RSU Sahudin. “Karena tidak memiliki kartu BPJS kesehatan, maka menjadi pasien umum dan kami harus membayar biaya obat Rp 305.000,” katanya. Dia mengatakan untuk membawa ibunya dari rumah ke Puskesmas juga dikeluarkan biaya Rp 100.000

Menurut dia, sistem BPJS kesehatan saat ini rumit dan bertele-tele, sehingga merepotkan bagi masyarakat yang berobat. Dia menilai BPJS kesehatan ini berbeda dengan program JKRA masa pemerintahan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Dia berharap dengan terpilihnya Irwandi Yusuf kembali jadi Gubernur Aceh periode 2017-2022, maka program JKRA dapat dilanjutkan, karena persyaratan untuk berobat mudah. Ramlan berharap, ibunya kembali sehat seperti sebelumnya.

Sementara itu, Junaidi, staf Puskesmas Lawe Segala-gala, mengatakan KK pasien Halimah sudah diambil, tapi karena jaringan internet terganggu dan tidak bisa diakses, maka tidak bisa didaftar sebagai peserta BPJS. “Pasien ini sebagai pasien umum dan kalau sudah terdaftar sebagai peserta BPJS, maka kita akan kembalikan uang mereka,” katanya.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved